Pada saat Duta Besar Da’i Bachtiar mengunjungi Siti Hajar (TKI korban penganiayaan) tanggal 11 Juni 2009 jam 11.45, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menelefon dan kemudian berbicara langsung dengan Siti Hajar. Berikut transkrip pembicaraan antara Presiden RI dengan Siti Hajar:
| SBY | : | Selamat siang, saya bisa bicara dengan Siti Hajar? |
| Da’i Bachtiar | : | Siap pak ini sudah di sebelah saya. Ini Bapak Presiden (berkata kepada Siti Hajar dan memberikan handphone). |
| SBY | : | Assalamualaikum wr. wb. |
| Siti Hajar | : | Waalaikum salaam pak, selamat siang pak |
| SBY | : | Saya beserta Ibu Negara dan semua yang ada di Jakarta pertama-tama sungguh prihatin. |
| Siti Hajar | : | Terima kasih Pak |
| SBY | : | Ya musibah yang diterima atau dialami oleh Siti Hajar, pemerintah telah meminta agar hukum dan keadilan ditegakkan di Malaysia. |
| Siti Hajar | : | Iya Pak, saya… |
| SBY | : | Karena tindakan itu menurut saya sudah diluar batas perikemanusiaan. |
| Siti Hajar | : | Iya |
| SBY | : | Siti Hajar kami semua menyayangi |
| Siti Hajar | : | Iya terima kasih banyak Pak |
| SBY | : | (inaudible) tenaga kerja yang ada di Malaysia ya, oleh karena itu pertama tenangkan hatinya, saya ingin (inaudible) yang mengelupas supaya segera pulih kembali pemerintah akan membantu, Pak Dubes terus membantu kemudian Pak Jumhur membantu dari tenaga kerja kita semua membantu. Ya oleh karena itu saya minta sekali lagi yang tegar ini musibah yang luar biasa. |
| Siti Hajar | : | Iya pak |
| SBY | : | Kita tidak tinggal diam kita meminta kukuhkan keadilan ditegakkan di Malaysia dan ya nanti kita akan membantu misalkan pada saatnya kalau Siti Hajar kembali ke Tanah Air atau orang tua ingin bertemu supaya ketemu langsung begitu Pak Dubes dan saya sendiri akan memberikan bantuan ya. |
| Siti Hajar | : | Iya Pak, terima kasih banyak Pak |
| SBY | : | Yang penting Siti Hajar teruslah berdoa kepada Yang Maha Kuasa |
| Siti Hajar | : | Saya pun selalu berdo’a Pak |
| SBY | : | Dan kemudian ya mari kita melihat kedepan ya ini memang memprihatinkan. Semua terluka hatinya sebab Warga Negara Indonesia mendapat perlakuan seperti ini meskipun saya juga melihat sesungguhnya Polisi Malaysia cepat bertindak, kita beri penghargaan juga tapi yang penting benar-benar hokum ditegakkan dan hak-hak Siti Hajar harus diberikan, dan kemudian kedepan kita pikirkan nanti bagaimana nasib dan masa depan Siti Hajar dan keluarga yang paling baik. Baik itu ada yang disampaikan kepada saya? |
| Siti Hajar | : | Nggak ada pak, saya cuma mau mengucapkan terima kasih banyak, karena pejabat-pejabat besar Indonesia bersedia menengok saya dan kasihan pada saya walaupun badan saya sudah hancur (menangis). |
| SBY | : | Ya, ya, (inaudible) yang tabah dan yang tawakal Insya Allah ada hari esok yang baik |
| Siti Hajar | : | Iya Pak. |
| SBY | : | (inaudible) masa depan Siti Hajar juga baik lagi. (inaudible) Terimalah salam sayang dari saya dari Ibu Negara (inaudible) nanti sampaikan salam saya untuk keluarga yang ada di Garut ya. Baik terima kasih Wassalaam. |
sumber : KBRI Kuala Lumpur
Siti Hajar Menangis Haru saat Ditlepon
Siti Hajar, pembantu rumah tangga (PRT) korban penyiksaan oleh majikannya Hau Yuan Tyng, menangis haru ketika berbicara langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui telefon seluler milik Dubes Da`i Bachtiar di rumah sakit Universitas Malaya, Kamis (11/6).
"Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak Presiden menelefon saya langsung. Saya merasa senang karena begitu banyak pejabat pemerintah yang menemui saya di rumah sakit," kata Siti Hajar, sambil terisak-isak.
Siti Hajar berbicara dengan Presiden SBY disaksikan Dubes RI Da`i Bachtiar dan Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat di rumah sakit.
Seusai memberikan keterangan pers, Kepala BNP2TKI dan Dubes RI langsung ke rumah sakit dengan rombongan wartawan karena Presiden SBY ingin bicara langsung dengan Siti Hajar. Sebelumnya di ujung acara jumpa pers yang digelar di Kantor KBRI Kuala Lumpur, Presiden menghubungi langsung Dubes Da`i Bachtiar, dan tak lama kemudian menghubungi Jumhur Hidayat.
Usai jumpa pers itu, semua wartawan diminta ikut dengan Dubes dan Kepala BNP2TKI berrangkat ke rumah sakit Universitas Malaya karena Presiden Yudhoyono akan berbicara langsung dengan Siti Hajar.
Kepedulian SBY terhadap PRT yang menerima siksaan majikan di luar negeri ditunjukan juga ketika tahun lalu menemui Nirmala Bonat di sela-sela kunjungannya ke Kuala Lumpur.
Menurut Antara, Siti Hajar mengalami luka parah akibat siksaan majikannya. Selain disiksa, pembantu asal Garut juga tidak menerima gaji selama 34 bulan. Namun kemarin, salah seorang keluarga majikannya datang ke KBRI di Kuala Lumpur memberikan gajinya selama 34 bulan sebesar 17.000 ringgit.
Walau gaji sudah dibayar, KBRI tetap akan membawa kasus ini ke pengadilan, bahkan telah menunjuk seorang pengacara Malaysia untuk mengawasi dan mengikuti proses hukumnya.(ant/rd)









0 Tanggapan ke “Presiden SBY Telpon Siti Hajar”