Pendidikan Gratis Hanya Slogan

pendidikan

PENDIDIKAN – Pendidikan gratis jadi harapan sebagian besar rakyat Indonesia, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Namun faktanya hingga saat ini belum terdengar ada siswa yang murni mendapat pendidikan secara gratis. Ironisnya masih sedikit orang tua yang melakukan protes kepada pihak sekolah yang memanfaatkan momen gratis untuk meraup untung dari transaksi di awal tahun ajaran baru.

Sebelumnya Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menyatakan rasa optimistis, bahwa pendidikan dasar gratis dapat dilaksanakan karena telah dijamin dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Nomor 20/2003.

Namun pendidikan gratis yang disosialisasikan pemerintah hanyalah slogan belaka, sementara di lapangan tetap banyak pungutan yang dibebankan kepada siswa, seperti diutarakan ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Heri Susanto.

“Pendidikan gratis hanya slogan dan dijadikan jargon oleh presiden dan kepala daerah untuk berkampanye, namun kenyataannya pendidikan itu tidak gratis,” katanya menyikapi polemik pungutan yang diberlakukan sekolah khususnya saat tahun ajaran baru.

Sebaiknya kata politisi PAN ini, pemerintah mengganti sebutan pendidikan gratis dengan pendidikan bersubsidi karena masyarakat memahami arti gratis berarti sama sekali tidak membayar apa pun. Selain itu, kata dia, dengan subsidi pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp43 ribu per siswa sama sekali tidak sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan.

“Karena idealnya untuk anak siswa SD itu subdidinya sebesar Rp150 ribu per siswa per bulan,” katanya. Apalagi kata dia, dana pendidikan tidak mendapat dukungan dari APBD provinsi dan kabupaten sehingga sejumlah sekolah masih memmberlakukan pungutan.

Heri mencontohkan Provinsi Sumatra Selatan yang mengalokasikan Rp500 miliar lebih untuk subsidi pendidikan melalui APBD, ternyata belum mencukupi. “Sementara kita hanya mengalokasikan dana Rp50 miliar, itu pun hanya untuk kegiatan rutin, dan belum menyentuh kegiatan operasional,” katanya.

Pendidikan gratis yang dipahami masyarakat, kata dia, menjadi bumerang bagi sekolah untuk memberlakukan pungutan untuk menambah dana operasional sekolah. Hal ini mengakibatkan munculnya polemik bahkan nyaris berakhir ricuh seperti yang terjadi di SMKN 2 Bengkulu, di mana siswa menolak pungutan hingga Rp500 ribu.

“Karena memang dana subsidi yang diberikan pemerintah kemudian disebut pendidikan gratis tidak cukup untuk mengoperasionalkan sekolah sehingga tambahan biaya tetap dibebankan kepada siswa, jadi tidak ada pendidikan gratis,” ujarnya. Ia berharap pemerintah segera mengubah konsep ini dengan berpatokan pada amanat UU bahwa negara berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.(ant/blog/Rakyat Demokrasi*)

3 Tanggapan ke “Pendidikan Gratis Hanya Slogan”


  1. 1 Peduli Pendidikan Agustus 14, 2009 pada 10:28 am

    kalo saya sich lebih setuju dengan pendidikan murah…. bukan gratis…
    Info yang sangat menarik, kritis dan membangun…. trim’s

  2. 2 aziz Agustus 20, 2009 pada 4:09 pm

    setuju,
    ga usah gratis,,,,,
    tapi murah.,.,..

  3. 3 shalimow.com Agustus 21, 2009 pada 1:32 am

    saya sepakat, perlu elaborasi tentang kebijakan yang satu ini
    thanks ya mas postingnya


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Tidak menemukan yang Anda cari. Coba cari... » DISINI Pencarian


Translate This Page!

Kategori

Contents

Rakyat Demokrasi on Twitter

Twitter Terbaru

4upoi_tw

Locations of visitors to this page

free counters
FLAGcounter | Mei 31, 2009

News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory SEOmoz Linkscape Score: 2.6 LinkTiger blog rakyat demokrasi, media online rakyat demokrasi, berita indonesia, bandung news wordpress com stats PageRank Linktiger Rakyat Demokrasi Personal HTML hit counter - Quick-counter.net

Statistik Blog

  • 337,854

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.