Di Thn Anggaran 2009 Pemkot Bandung Anggarkan Dana Hibah Rp. 10 M

Gedung Sate Bandung

Bandung | RAKYAT DEMOKRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Tahun Anggaran (TA) 2009, mengucurkan program bantuan wali kota khusus (Bawaku) bidang pangan dalam bentuk dana hibah senilai Rp 10 milyar. Program yang dibagi dua tahap, dimaksudkan sebagai terobosan peningkatan ketahanan pangan berupa bantuan kebutuhan pokok beras keluarga miskin (raskin) dalam bentuk uang.

"Kebutuhan pangan sangat fundamental bagi sendi kehidupan pembentukan SDM untuk bisa berkarya. Sementara Kota Bandung sebagian warganya masih ada yang kurang beruntung secara ekonomi. Mereka perlu dibantu, jangan sampai ada warga Kota Bandung meninggal karena tidak bisa makan," tutur Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bandung, H.Ubad Bakhtiar,

Dalam acara penyerahan Senin (21/12/09) Ubad menyebutkan, berdasar hasil pendataan program perlindungan social (PPLS) 2008 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), di Kota Bandung masih terdapat 82.432 KK gakin atau rumah tangga sasaran penerima manfaat (RSTPM) program raskin Pemerintah Pusat. "Kota Bandung menyikapinya dengan meluncurkan Bawaku Pangan, sekaligus sebagai percepatan pencapaian kemakmuran. ni bagian dari pemantapan 7 agenda prioritas pembangunan Kota Bandung khususnya bidang kemakmuran,".

Sebelumnya di Tahap I, bantuan diberikan berupa subsidi pembelian raskin senilai Rp 400,-/kg/RTSPM/15 kg selama 9 bulan dengan total nilai Rp. 4.451.328.000,-. Besaran ini belum termasuk bantuan operasional dari titik distribusi ke titik bagi sebesar Rp 100,-/kg/x15kgx 82.432 RTSPM x 9 bulan senilai Rp 1.112.832.000,-.

Pemkot Bandung juga dikatakan Ubad, untuk Tahun 2009 telah mampu menyerap raskin 100 % dan melunasi pembayarannya sampai dengan alokasi Bulan Nopember. Namun di tingkat kelurahan, masih ada yang belum menyelesaikan administrasi (tunggakan). Ini disebabkan keterlambatan distribusi raskin 2009. Alokasi Januari baru didistribusikan Pebruari dan Maret. "Hibah Bawaku Pangan Tahap II diberikan untuk pembelian beras 10 kg senilai Rp 52.800 per RSTPM,".

Wali Kota Bandung, H Dada Rosada menyatakan, selama dirinya menjabat hingga 2013, akan berupaya tidak akan menghapus program bawaku, baik bawaku  pendidikan, kesehatan maupun kemakmuran termasuk bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Bahkan jika mungkin besaran bantuannya ditingkatkan.  "Mudah-mudahan upaya ini mampu menjadi solusi pemberantasan kemiskinan, sehingga secara bertahap penduduk miskin meraih kemampuan dan kemadirian, menopang terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota bandung secara keseluruhan,".

Dengan kecermatan perencanaan dan antisipasi akurat, Dada berharap adanya keadilan dalam hal aksesibilitas masyarakat terhadap pangan tercipta, sambil secara konseptual Pemkot  membangun sistem ketersediaan pangan yang lebih unggul. Terkait ketahanan pangan ini ditandaskannya, Kota Bandung ke depan harus mengupayakan untuk membeli lahan persawahan, dikelola untuk memasok kebutuhan beras Kota Bandung. "Lokasinya bisa saja di Kabupaten Bandung atau bisa juga di Sumedang. Bagaimanapun juga ketahanan pangan Kota Bandung harus diupayakan optimal. " ujarnya.(bago/RD)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: