BANDUNG | RAKYAT DEMOKRASI – Banjir dan longsor mengancam Warga RT 07-09 RW 08 Kelurahan Cikawao Kecamatan Lengkong Kota Bandung, yang jumlahnya mencapai 200 Kepala Keluarga (KK). Ancaman banjir dan longsor tersebut datang, karena puluhan benteng kirmir sungai Cikapundung yang berdekatan dengan rumah warga setempat nyaris jebol diterjang banjir bandang.
foto: Adi Moh Yadi
Benteng setinggi 1,6 meter yang nyaris jebol itu, berada di daerah RT 08. Pada benteng tersebut, terdapat retakan horizontal memanjang sekitar 30 meter. Terdapat pula retakan vertikal di empat titik wilayah tersebut. Kondisi benteng yang berusia sekitar 40 tahun itu, mulai miring ke arah sungai. Di samping itu, jalan gang yang berada di sepanjang benteng amblas. Kedalamannya bervariasi mulai 20 cm hingga 50 cm.
Ketua RT 08 Artoyo, mengatakan, dari hari ke hari retakan di benteng dan jalan yang amblas, kian parah. Retakan dan amblasan terparah terjadi Kamis pekan lalu. Kemungkinan karena tanah di bawahnya tergerus aliran sungai.
Hal ini tentu saja membuat warga was-was. Mereka khawatir jika muncul banjir banding kembali, sehingga benteng terancam jebol dan menenggelamkan serta menyeret rumah-rumah di sekitarnya. Karena itu beberapa keluarga mulai mengungsi.
Artoyo mengatakan, enam keluarga di RT yang dipimpinnya mengungsi ke rumah familinya. “Mereka rata-rata yang rumahnya dekat ke benteng. Barang-barangnya sudah dievakuasi. Mereka yang sudah dievakuasi dan mengungsi ialah keluarga Zulkifli, Otang, Heri, Asep, Yuda dan Indra ,” ujarnya.
Sedangkan Ketua RW 08 Ridho Setiadi mengatakan, untuk mengantisipasinya, warga melakukan berbagai cara. Diantaranya mengecor dan menembok jalan dekat benteng yang retak. Hal tersebut, agar mengurangi atau menghambat keamblasan. Kalau dibiarkan, bisa-bisa merambat ke rumah lainnya. (Helena M.S/Rakyat Demokrasi)










iyah, jangan sampai “pundung” itu sungainya. Gawat.