Daisy Fajarina Rela Dicap Gila

sumber : okezone

Daisy Fajarina Ibu mana yang tega melihat anaknya menderita, hal apapun akan dilakukan demi kebahagiaan anaknya. Penyesalan Daisy Fajarina mengizinkan anaknya dinikahi oleh putra Raja Kelantan, Tengku Temenggong Muhammad Fakhry, membuatnya rela berbuat apa saja.

Usai mempublikasikan ke publik tentang pernikahan anaknya dengan Pangeran Kelantan dan segala publikasi tentang cerita dan tindak kekerasan yang dialami Manohara Odelia Pinot, Daisy

mendapat cap gila dari berbagai pihak.

"Saya dikatakan, ibu ini gila. Meski calm down dulu, saya katakan kalau sudah mengetahui. Demi bisa bicara dengan Manohara, saya jadi budak pun mau," tuturnya saat jumpa pers di Hotel Nikko Jakarta, Selasa (28/4/2009).

Dia mengatakan, dirinya tidak mempunyai posisi yang berpengaruh dan hanya seorang ibu rumah tangga biasa saja. "Anak saya, saya melihatnya di televisi," ucapnya.

Dia pun melanjutkan, bisa melihat Manohara hanya melalui layar kaca saja. "Di sana dia berkunjung kemana-mana, posisinya di sana sangat tinggi," tukas Daisy.

Seharusnya sebagai seorang ibu, Daisy menyadari kalau dirinya hanya bisa berzikir saja. Tapi dorongan untuk mendapat pertolongan demi berbicara dengan anaknyalah yang membuatnya berbicara kepada media massa.

"Tapi mengapa saya keluar? Ke sini? Saya bersuara tidak akan berhenti. Saya harus pastikan dia betul-betul bahagia. Saya ingin dengar dari mulut Manohara," katanya.

Walau telah dikabarkan dari berbagai pihak bahkan dari kesultanan Kelantan tentang kondisi Manohara, tapi Daisy tidak ingin percaya begitu saja. Dia ingin kabar gembira itu datang dari mulut Manohara.

"Kata orang-orang, dia bahagia. Kalau itu dikatakan sendiri oleh Mano, saya bersyukur. Walau badan saya harus berjalan, dicincang habis, saya akan terus usaha," pungkasnya. (nov)

Iklan

6 komentar

  1. Yanti van Schijndel · · Balas

    Dear ibu Daisy..
    Saya turut prihatin atas kejadian yg menimpa keluarga ibu.Yang sangat disesalkan,jaman modern seperti ini masih ada kaum perempuan diletakkan di bawah derajat laki-laki.Dimana hak-hak perempuan sebagai istri/wanita dalam rumah tangga khususnya dlm hal ini yang menimpa seorang Manohara di usia yang masih sangat belia, yang mungkin amat sangat di sesalkan, ibu Daisy kurang mempelajari terlebih dahulu kebudayaan Malaysia, undang2 pernikahan di sana yang jauh berbeda dengan hukum pernikahan di Indonesia, yg menurut pengamatan awam saya, sangat merugikan kaum perempuan.
    Peringatan yang amat sangat berharga bagi semua perempuan di Indonesia, jangan pernah silau oleh kata-kata cinta,harta dan derajat,sebelum kalian memutuskan untuk memulai hidup terutama dg Warga Negara Asing, alangkah lebih bagus jika kelian mempelajari terlebih dahulu, hukum pernikahan dari negara mana calon pasangan anda berasal, ada baiknya surat perjanjian pra nikah dilangsungkan.

  2. Yetty Agus · · Balas

    Asslm. bu Daisy,

    Setelah membaca disurat kabar dan melihat di Infotainment tentunya sebagai seorang wanita dan juga ibu dari 3 orang anak saya turut prihatin atas nasib yang menimpa Manohara. Hanya dalam benak saya timbul pertanyaan dimana saat ini ibu mencari dan meminta pertolongan kemana dan ke siapa pun, untuk supaya ibu dapat bertemu dengan anak ibu tercinta. Pertanyaan dalam benak saya adalah pada saat ibu mengizinkan Manohara diambil untuk dijadikan isteri oleh keluarga Ker. Kelantan apa yang terbesit dibenak ibu saat itu, bahwa seorang anak yang belum genap berusia 17th direlakan untuk menikah pada abad 21 sedangkan ibu tahu bahwa Manohara masih mempunyai masa depan yang cerah jika mendapat bimbingan yang benar. Mohon maaf saya tdk bisa mengerti tujuan ibu pada saat itu dan saya berdoa semoga kehidupan Rumah tangga Manohara mendapat kebahagiaan dan dilindungi oleh Allah SWT, Amiiin.

  3. salam, selamat sejahtera,

    Anak Mbak Daisy dimuliakan orang di bumi Malaysia, menjadi orang yang istimewa di negeri kelantan, malaysia,.

    “Wahai orang-orang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa suatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini – dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) – sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan.” (Surah al-Hujurat: ayat 6)

    Orang-orang yang fasik adalah orang jahat di mana kata ‘fasik’ dalam al-Quran juga digunakan untuk orang yang menuduh wanita baik melakukan zina dan untuk orang munafik.

    “Orang-orang yang menuduh perempuan baik-baik melakukan zina kemudian mereka tidak dapat mendatangkan empat orang saksi,maka cambuklah mereka dengan lapan puloh kali cambuk dan jangan terima kesaksian dari mereka selamanya. Mereka adalah orang-orang fasik.” (Surah An-Nur: ayat 4)

    “Sesungguhnya orang munafik tersebut adalah orang-orang fasik.” (Surah At-Taubah: ayat 67)

    Di sini, perlu diingat, betapa perlunya kita memilih maklumat, apakah ia penting atau tidak.Kita juga perlu memilih pembawa atau pengirim maklumat, apakah dia dapat dipercayai atau tidak. Sesuatu berita yang diterima atau disebar harus diteliti beberapa kali akan kesahihan berita itu.

    terima kasih

    wassalam

  4. asrol kelate · · Balas

    sila lihat kebahagiaan hidup manohara di blog ini

    http://www.rakyatkelantan.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: