Jamila dan Sang Presiden

source : cinema21

jamila dan sang presiden

JAMILA dan SANG PRESIDEN – Seorang perempuan bernama Jamila (Atiqah Hasiholan) tiba-tiba menjadi headline di semua pemberitaan nasional. Ia mengaku membunuh seorang pejabat tinggi negeri dan menolak mengajukan pengampunan hukuman mati dari Presiden

Jamila dimasukkan dalam penjara yang dipimpin oleh seorang sipir perempuan yang sangat ditakuti, Ibu Ria (Christine Hakim). Di penjara inilah cerita Jamila bergulir, membuka sebuah luka bernama perdagangan manusia yang dialami oleh Jamila dan

jutaan anak di Indonesia. Selama ini Jamila mencari adiknya yang terjerat dalam sindikat prostitusi anak, yang akhirnya mengantar Jamila ke penjara

Persidangan Jamila menjadi panas dan semakin kontroversial dengan kemunculan kepala golongan fanatik (Fauzi Badilah) yang mati-matian menentang pengampunan dari Presiden. Konflik di dalam penjara dengan Ibu Ria makin meruncing, sementara tekanan dari luar juga menjadi tidak tertahankan. Jamila semakin terpuruk, hukuman matinya semakin dekat.

Ketika Wanita Menjadi Komoditas

Ratna Sarumpaet Pada dasarnya manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia, namun ketika manusia atau wanita pada khususnya telah diubah menjadi sebuah komoditas yang dapat diperjual belikan, hal ini mengindikasikan terjadinya penyimpangan moral.

Setidaknya hal itulah yang coba diangkat oleh Ratna Sarumpaet melalui film terbarunya yang berjudul Jamila dan Sang Presiden. Cerita ini sebenarnya berangkat dari sebuah naskah drama berjudul Pelacur dan Sang Presiden yang ditulis sendiri oleh Ratna berdasarkan hasil riset dan wawancara dengan para korban perdagangan perempuan.

Jamila dan Sang Presiden berkisah mengenai Jamila, seorang anak perempuan berusia enam  tahun yang lahir di tengah kehidupan masyarakat di mana menjual atau menggadaikan anak untuk dijadikan pelacur adalah hal yang biasa. Alhasil Jamila dijual oleh sang ayah di usianya yang masih enam tahun.

Namun ibu Jamila berhasil merebut kembali Jamila dari mucikarin dan menitipkannya di rumah keluarga Wardiman, sebuah keluarga terhormat di Jakarta. Di rumah ini Jamila hidup berkecukupan dan tentram, hingga sampai akhirnya masalah muncul ketika Jamila beranjak dewasa.

Tanpa setahu Bu Wardiman, setiap malam Jamila telah menjadi budak seks yang dipakai secara bergiliran oleh Pak Wardiman dan Hendra, putra mereka.

“Sebuah refleksi yang diharapkan dapat membuka mata masyarakat betapa masalah ini adalah masalah amoral yang datang dari kemiskinan, kebodohan, kemunafikan, keserakahan dan lemahnya penanganan hukum,” ungkap Ratna dalam rilisnya.

Jamila dan Sang Presiden tengah memasuki tahapan produksi yang mengambil tempat di Jakarta dan LP Sukamiskin, Bandung. Sederetan nama bintang juga mengambil tempat di film ini, seperti Christine Hakim, Ria Irawan, Ade Irawan, Dwi Sasono, Surya Saputra, Fauzi Baadillah, Atiqah Hasiholan, Adji Pangestu serta Melissa Karim. (ajo)

One comment

  1. […] Harus ada prosedurnya,” kata Meutia ketika ditemui pada acara premier film ‘Jamila dan Sang Presiden‘ di Plaza FX, Jakarta Selatan, Senin 27 April […]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: