Keluarga Manohara Kecewa Kinerja Pemerintah

sumber:okezone

Dewi | Daisy Fajarina | Manohara Odelia 

KASUS MANOHARA – Keluarga Manohara Odelia Pinot kecewa dengan kinerja pemerintah yang kurang serius menangani kasus dugaan penculikan dan kekerasan yang dilakukan putra Sultan Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry.

"Saya melihat pemerintah tidak becus menangani masalah Manohara, terlihat kasus ditangani sangat lambat," ungkap Petrus Celestinus, kuasa hukum keluarga Manohara saat ditemui di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/4/2009).

Petrus menambahkan, penanganan kasus Manohara membuktikan kalau pemerintah, dalam hal ini KBRI, khususnya yang ada di Malaysia perannya sangat kecil dalam melindungi warganya di luar negeri.

"Pemerintah bersama Dubes Indonesia sangat kurang memberi perhatian mengenai kasus Manohara, dilihat dari proses cara mereka menangani kasus tersebut, padahal menurut UU Nomor 1 tahun 2006 tentang Timbal Balik Masalah Pidana itu dimuat wewenang bagi negara," ujar Petrus.

Pihak keluarga juga menyesalkan kinerja Kepolisian yang lamban dalam mengatasi masalah Manohara. "Ini kan sudah melibatkan dua negara, seharusnya pihak Kepolisian lebih pro aktif lagi menyelesaikan masalah ini," katanya.

Din Syamsuddin Angkat Bicara

din syamsuddin Kasus Manohara Odelia Pinot yang diduga diculik dan dianiaya suaminya, Tengku Temenggong Muhammad Fakhry, membuat Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin angkat bicara.

Din yang telah menerima kedatangan ibunda Manohara, Daisy Fajarina, berusaha memberikan solusi. Dia menyarankan dua opsi.

"Jujur kita prihatin dan sedih. Opsi dari saya ada dua, melalui agama dan hukum," papar Din yang ditemui di Jalan Kemiri, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2009).

Pendekatan agama, dia menjelaskan bahwa dalam agama harus ada damai, musyawarah, kekeluargaan, dan perantara tanpa hukum. Pendekatan secara kekeluargaan ini semacam mediasi dan bisa dilakukan dua hingga lima kali.

"Kalau dilakukan cuma sekali tidak cukup. Harus didukung juga dengan penghentian pemberitaan besar-besaran di media massa," bebernya.

Pendekatan kedua, melalui jalur hukum. Cara ini harus diproses cepat dan kepada pihak berwenang. Dalam hal ini kepolisian, pemerintah, dan Departemen Luar Negeri.

"Semua institusi itu berkaitan karena ini membicarakan dua negara. Harus diselesaikan secara hukum kalau ada WNI menikah dengan orang asing dan mendapat perlakukan tidak baik. Jika terjadi kekerasan, pemerintah wajib melindungi WNI. WNI secara de facto wajib mendapat perlindungan," urainya.

Mengenai jalur hukum ini, Din sudah mengupayakan menelepon kawannya yang berada di Dirjen Departemen Luar Negeri.

"Kata kawan saya itu, Deplu di Kuala Lumpur telah mengirim surat kepada Kesultanan Kelantan untuk diberi akses karena ini sudah bicara wilayah rumah tangga. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban," jelasnya.

Din mengingatkan bahwa dari dua opsi itu harus dipilih salah satu. Tidak bisa dua-duanya dijalankan berbarengan.

"Kalau dipilih yang opsi pertama, masalah hukum harus dihentikan," sarannya. (ang|rd)

22 komentar

  1. Cinta · · Balas

    Keluarga manohara terlalu lebay dlm sgla hal.blg aja klo menginginkan materi semata.gak usah trlalu lebay.n ibu nya yg matrealistis dng menjual anak nya.ibu nya trlalu bnyk berbohong hanya ingin tenar n masuk tv krna hutang nya trlalu bnyk.gmn mantu nya mau syg jika seorg mertu slalu ikut campur.

  2. Ibu dari manohara terlalu mendramatisir… Sbnrnya waktu mau d’nikahkan udah tau donk konsekuensinya…jdi intinya ibu manohara yg terlalu mengada’ada.. Tau sendiri donk gimana malaysia ya emank harus gitu..harus taat aturan yg berlaku d’negeri jiran..mslh manohara dan suaminya itu urusan mereka berdua..ga usah ikut cmpr ibu deasy..manohara aja ga se heboh ibu.. Ibu malah yg sewot sndiri..

  3. Jadikanlah pelajaran yg sangat berharga untuk kita semua.mudah2 kasusnya cepat selesai.

  4. mat klate · · Balas

    bingung aku.. yang heboh2 ibunya.. bukan anaknya

  5. […] Keluarga Manohara Kecewa Kinerja Pemerintah […]

  6. […] Keluarga Manohara Kecewa Kinerja Pemerintah […]

  7. aisiew60 · · Balas

    bu daisi harus dengar dong komen atau nasihat orang..ada benarnya..kenape sih ibu repot2 gitu? si anak ingin hidup bahagia..enggak lebih dari itu permintaan anak bu..kalau ibu sedih2, kasian si anak, dalam delima dia..syurga mano di kaki suami nya bu..kalau udah dapat jumpa sama mano nanti, ibu jangan culik mano ya bu..suami nya lebih berhak bu…

  8. agama islam sangat jelas dapat melindungi hak Manohara…

  9. Wajar seorang ibu melakukan apapun demi keselamatan anaknya… menurut saya ibu desi cukup pintar melakukan hal demikian. dengan menggembar-gemborkan di media dengan tujuan supaya raje-raje malaysia tahu bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan disini tidak seperti di Malaysia. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak bisa seenaknya memperlakukan manusia seperti binatang apalagi istrinya sendiri. bayangin aja kalo ga digembar-gemborin sebegitu hebohnya…. paling2 berakhir seperti tki-tki Indonesia lainnya yang disiksa di Malaysia yang sampe sekarang ga jelas kan???? Dan mana mungkin di hotel di Singapore ada yang memberi informasi bahwa Manohara ada di lantai 3 kalo ga digembar-gemborin dulu di media… Salut buat ibu desi… You are very smart … don’t listen to what everyone said about the bad things about you… you must survive your daughter… that’s a mom attitude… because they still lack of feeling and don’t have any idea how’s a mom feeling…

  10. salut buat ibunda desi..
    kl tidak begini caranya.. yg pastinya pemerintah tinggal diam..
    seperti halnya kasus2 TKI yg sering teraniaya di negara malingsia…
    yang ada pemerintah indonesia bungkam dan tidak bicara atau bertindak..
    apakah selamannya negara kita ini mau di tindas..???
    mungkin dari perjuangan ibu desi terhadap putrinya..pemerintah bisa bertindak…

    Bravo buat ibunda Desi..

  11. NAILA · · Balas

    MANOHARA YANG SABAR Y

  12. Ingat!!!!
    harapan itu masih ada…

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.. (Q.S An-NIsa: 58)

  13. Silver · · Balas

    People. Please, this is not a Malaysia vs. Indonesia problem. Both Medias should not portray it as such. It is about right and wrong.

    If the prince really did do all those things then I say he should be punished. If anything more severely then any normal person coz he is a royal.

    Royalty cannot be expected to be given respect if they do not earn it. Gone are the days were the royals have absolute power. They are now accountable and answerable to the public.

    I sure as hell would not want a prince who is a rapist and torturer to get away scot-free just to show us Malaysians must respect royals.

    Bullshit.

    If you do the crime, be prepared to do the crime.

    I do not want this whole episode to sour Malaysian Indonesian relations. I respect our friends from Indonesia, they have a right to be angry, I would be to if it had happen to a Malaysian in Indonesia.

    We, Malaysians must stand up against this crime if it was committed; the prince is neither the king nor the heir to the Kelantan throne, he is the third son only. There is no requirement of a special court; he is not above the law. Even the king is not; and we should by our silence nor our insistence to respect royal make them above the law.

    In addition, just who the hell is this Shobri dude? Dude, seriously, let the prince speak for himself. Plus if it is also true that this shobri guy is involved with the kidnapping, throw him in jail as well. Same goes to the Queen of Kelantan cause if the stories are true, she was also abetting and aiding the prince’s alleged crime.

    Don’t get me wrong. I am not anti-royals. In fact, I believe they truly are the guardians of the people, a symbol of unity for Malaysia; and as such, they should act like it. If you want my respect, you have to earn it first.

    If the allegations are true, it’s these types of royals who should get they car stopped and thrown bricks at and not Raja Nazrin. I truly respect Raja Nazrin (heir to the throne of Perak) for his effort to call for unity even before he is the King.

    Really, again this is not a Malaysia vs. Indonesia problem. Please take not that it was a Malaysian, Datuk Kadar Shah, an umno division chief, who told Manohara’s Mother that they would be in Singapore, setting the stage for the rescue by Singaporean and American authorities.

    http://news.asiaone.com/News/The%2BNew%2BPaper/Story/A1Story20090603-145852.html

    http://www.nst.com.my/Thursday/National/2573770/Article/pppull_index_html

  14. Wanita yang bermaruah itu seharusnya bercakap yang hak di tempat yang hak supaya jelas hak nya. Mano isteri orang yang nusyuz dan menuduh suami mencederakanya. Buat laporan polis, pergi check up dengan independant doctor dan bentang kes mu di mahkamah, kalau tidak di Indonesia, di Singapura, kalau boleh di Mahkamah Syariah Malaysia asal saja kamu benar, tempatnya mesti yang hak. Di mahkamah beritakan sengsaramu, bentangkan semuanya, fakta dan bukti bukan menjaja ceritamu di luar seperti wanita yang tidak punya harga diri. Di NST Malaysia, Mano bilang tidak pernah jumpa Tengku sendirian selalunya bersama teman-teman, tidak pernah bercinta tetapi melalui telefon saja. Jika benar bila masanya Mano diperkosa?..Ya..usah jawab disini atau di press yea..sila bentang di mahkamah supaya kami tahu Mano benar..
    Saya teringat Fauziah Latif, penyanyi yang famous tahun 90an berkahwin dengan cucunda Raja (ketika itu King of Malaysia). Gee juga disesiakan tetapi hingga sekarang tidak pernah sesekalipun kami tahu sebab musabab perceraian, dan tidak pernah ia menceritakan sengsaranya di publik, tapi terlihat kesedihan dimatanya. Gee tidak sesekali sama tarafnya dengan Mano kerana ia wanita sejati yang tahu maruah dan harga diri.

  15. antapanis · · Balas

    Ada beberapa kedangkalan dalam kasus Manohara ini. Pertama, mari kita lihat kebenarannya secara terbuka. Pengacara pertama Manohara kabur. Keduanya, kok Manohara diperiksa oleh doktor peribadi di rumahnya. Ketiganya, setiap tutur kata Daisy dan Manohara sendiri berbeda-beda. Dan keempatnya, kok Daisy jadi buruan polisi interpol.
    Nah….fikir aje sendiri siapa yang cuba bermain sinetron nih.

  16. Ibu..Daisy,,kami tahu Ibu sangat sayang manohara.tetapi sebaiknya dalam menyikapi kasus ini jangan terlalu berlebihan…bukannya Ibu tahu konsekuensinya jika menikahkan anak di usia muda…

  17. muhrani spd · · Balas

    ini pelajaran bagi kita semua bahwa dengan uang yang banyak tidak mutlak dapat membahagiakan semua .dan kita tahu bahwa malaysia adalah negara bagian yang haus wilayah lihat saja sengketa ambalat baru baru ini banyak yang tidak ada tabggapan dari negara kita

  18. keadilan gk pernah jauh dr kebenran…………….do not gave up!!!!!!!!!

  19. sayonara · · Balas

    haiya lah…kalo kasus manohara terlambat seperti kasus siti hadjar….,pastilah coii…tidak ada yang mau bertanggung jawab,
    …pastilah keluarga klantan mengelak…,
    siapapun di dunia ini…yang berbuat salah jarang ada yang mengakui kesalahannya…
    pasti menghindar dari jerat hukum

  20. seng sabar yooo

  21. Daisy mahu tumpang senang anaknya….tapi malanynya tak dapat…
    so jangan lebih2 la daisy…

  22. Wah..
    Ni kok ga jelas yang mana yang fact dan mana yang fake?

    Tapi satu yang pasti, dukung yang benar, hukum yang salah.
    Kalau memang yang salah jusru membuat cerita palsu, just wait for the time.
    Allah will punish you.

    And God law’ is fair then all human law

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: