Mungkinkah Antasari Dijebak?

antasari a ANTASARI AZHAR : Nasib Antasari Azhar mulai dipertaruhan hari ini. Pemeriksaan awalnya di Polda Metro Jaya bisa saja langsung mengubah statusnya menjadi tersangka. Tapi, bisa pula tak beranjak sebagai saksi. Yang sudah pasti, dalam dua hari ini ada beberapa perkembangan menarik yang makin menimbulkan banyak pertanyaan.

Pertama, Yan Apul, pengacara keluarga Nasrudin Z, membantah pernyataan pengacara keluarga lainnya, Jeffri. Sebelumnya, Jeffri menyatakan bahwa ada sms bernada ancaman yang berasal dari Antasari. Menurut Yan Apul, sms dengan nada ancaman tersebut

sama sekali tidak benar. Besar kemungkinan, sms tersebut isinya berupa klarifikasi dan atau permintaan Antasari untuk menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.

Untuk pastinya, aparat penegak hukum perlu bersikap transparan untuk menjelaskan isi sms tersebut. Dari sisi Antasari, klarifikasi atas isi sms tersebut sepertinya sangat penting. Sebab atas dasar sms itulah bingkai cerita keterlibatannya menjadi lebih "nyata". Sekadar informasi, pengakuan keterlibatan Antasari sejauh ini berasal dari mulut tersangka yang sudah tertangkap.

Beberapa sumber berpolitik menyebutkan, terlalu mengada-ngada jika disebutkan Antasari mengumbar ancaman melalui handphone. Sebab, Antasari mafhum sekali bagaimana kerja penyadapan bisa dilakukan.Merekam yang tengah terjadi dan menelusuri yang sudah berlalu. Maklum, KPK termasuk institusi yang diketahui memiliki perangkat canggih untuk menyadap."Jadi, terlalu gila-gilaan jika hal itu dilakukannya," kata sebuah sumber.

Terkait itu, kedua,berbagai pihak perlu segera meneropong Kejaksaan Agung. Ini menjadi penting menyusul pernyataan yang dikeluarkan Kombes Iriawan, Direskrimum Polda Metro Jaya yang membantah status Antasari sudah meningkat sebagai tersangka. "Enggaklah masih saksi," katanya sebagaimana dikutip sejumlah media massa.

Padahal, pengakuan pihak kejaksaaan, pengumuman status tersangka itu adalah berdasarkan surat polisi. Dalam surat tersebut, status Antasari disebut sebagai "saksi/tersangka". Padahal, dalam kontruksi penyelidikan tidak dikenal adanya dua status terhadap seseorang. Bisa jadi, ini kelemahan polisi inilah yang dimanfaatkan oleh Kejaksaan Agung. Dus, dipertanyakan, apa motif Kejaksaan Agung yang terkesan terburu-buru mengumumkan status Antasari?

Dengan dua fakta berikut itu, ketiga, maka menjadi semakin kuat pertanyaan tentang kemungkinan adanya pihak-pihak yang ikut "nimbrung".(terkait soal ini klik di sini). Dimana celah para penimbrung itu ikut serta?

Pertama, peluang awalnya bermula dari percakapan Antasari dengan WW, bekas kapolres di Jakarta. Berdasarkan pemberitaan di media massa, Antasari disebut-sebut mengaku bisa menjadi ‘obyek’ pemerasan dan WW menanggapinya sebagai ‘ancaman’ terhadap negara. Jikapun ada percakapan seperti ini, bisa saja langkah WW merupakan manuver pribadinya. Bisa pula WW berbicara dengan pihak ketiga yang kemudian menginsinuasinya untuk melakukan eksekusi dengan berbagai iming-iming.

Pada tingkatan ini, ada banyak pihak yang bisa dikontak untuk menyuplai logistik. Tujuannya bisa saja dengan harapan mendapat "point" di mata Antasari tapi bisa juga sebagai upaya untuk menjebloskan Antasari.

Terkait itu, kedua, sumber-sumber berpolitik mengkonfirmasi adanya aksi penyadapan terhadap Antasari. Dua sumber yang berbeda menceritakan versinya masing-masing. Sumber yang pertama menyebut, penyadapan itu dilakukan secara mandiri alias dengan menyediakan perangkat keras dan perangkat lunak sendiri. "Kalau punya duit, nggak susah kok, sekarang," kata seorang sumber di kalangan intelejen.

Sumber yang lain menyatakan, penyadapan itu menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak milik sebuah insititusi negara Dia tak mau menyebut instansi mana yang dia maksud. Tapi, kedua sumber itu bersepakat tentang satu hal: yang membiayai aksi penyadapan dan rekayasa data itu adalah seorang dikenal dekat dengan konglomerat papan atas. "Si dia ini sudah di dalam penjara," pungkas kedua sumber itu secara terpisah.

Masih kabur motivasi "si dia" ini. Bisa jadi untuk balas dendam. Bisa jadi pula lebih daripada itu. Yang sudah pasti, gara-gara kasus ini, citra KPK memang bisa cemar. Kalau KPK tercemar, yang pertama mendapat konsekuensi politiknya adalah SBY. Maklum, publik selama ini selalu mengaitkan bahwa kerja KPK adalah bagian dari kinerja SBY.Nah! | berpolitik.com | rd)

5 komentar

  1. gunantogunanto · · Balas

    Mungkinkah antasari dijebak????
    kalau saya yakin banyak pejabat sengja menjebak karena alasan balas dendam. saya berkeyakinan bahwa rani dan nazarudin itu hanya umpan. mudahan keadilan akan mengdili para pengkianat bangsa ini. dan KPK tetap berani membongkar kasus kelas kakap lainnya. Atau sebaiknya negar ini memutihkan kasus korupsi yang lalu. Yang penting ada komitmen presiden dan wakil rakyat untuk memberi sangsi atas korupsi yang dilakukan setelah pemutihan semua kasus biar negara ini bisa sama2 menatap kedepan.
    salam. mas gun

  2. vilda · · Balas

    BUKAN DIJEBAK ITU MAH TAPI TERJEBAK

  3. Iya.
    Menurut logika + feeling saya, jawaban dari pertanyaan tsb: Sangat Mungkin.

    Cepat atau lambat, kebenaran pasti akan terungkap. Tinggal tunggu waktu.
    http://pensilhijau.wordpress.com/2009/05/06/habis-manis-sepah-dibuang/

    best regards.

  4. kemungkinan itu pasti ada,, karena kita tau,,antarasari adalah sosok yang berani menangkap siapapun,, dan terbukti sudah banyak yang masuk bui dari pejabat eksekutif sampai legislatif,, tentu banyak yang dendam,,dan saya sampai saat ini belom bisa menerima seorang antasari yang paham betul akan hukum mau berbuat rencana pembunuhan hanya karna seorang wanita caddy, “sangat tdk masuk akal logika”, Saya berharap POLISI bertindak profesional, jujur dan transparan,,,dalam mengungkap kasus pembunuhan ini…. karna seluruh rakyat mengamati dan mengikuti perkembangan kasus ini…
    KEBENARAN HARUS DITEGAKKAN SESUAI HUKUM YANG BERLAKU……

  5. Iyalah itu penjebakan dari mereka yg tidak mau praktik korupsinya terbongkar.. Semoga di kemudian hari tidak ada lagi orang yg memanfaatkan dana Negara untuk kepentingan (Dana)pribadi. Juga semoga para pe”lobby” ini akan sadar dan membantu rakyat yg menjadi susah (miskin baik pengetahuan dan keuangan). Karena uang (kas Negara) yg mereka ambil dengan berbagai cara tentunya (menaikan anggaran/ Budget produksi dalam proyek apapun yg tidak sesuai pada harga pasar dalam Negeri tentunya, memberikan persentasi hasil komisi dari “pebisnis/pelobby kepada pejabat Negara” yg tidak diketahui masyarakat untuk bisa memberikan proyek bisnis dalam anggaran Negara yg kemudian dimasukan ke dalam dana pribadi, dll)sehingga semua Program Pemerintah untuk membantu dan menjaga masyarakat (Rakyat) tidak maksimal (Program Subsidi pendidikan, kesehatan, Produksi pertanian, Militer, dll) dan menyebabkan tidak semua masyarakat kita dapat menikmati Program tersebut. dan menyebabkan banyak masyarakat tidak berpendidikan (sekolah) sehingga tidak bisa bekerja (Pemerintah tidak mendapat pajak) dan biaya kesehatan yg tinggi, pinjaman luar negri,dll sehingga menyebabkan nilai mata uang kita terdeflasi terhadap hampir semua mata uang negara lain yg pada akhirnya masyarakat menjadi susah (tidak punya uang jg pendidikan dan hanya pasrah menunggu nasib sehingga pemerintah lagi yg harus mensubsidi padahal tidak mendapat pajak dari rakyatnya).. Kemana perginya dana program Pemerintah itu?? well hanya mereka “pelobby” baik itu pegawai negri ataupun swasta dan juga pejabat Negara yg tau.. Semoga Negeri ini menjadi lebih baik dengan sadarnya mereka..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: