Prabowo Tolak Jadi Cawapres Megawati

Oleh : Inno Jemabut | Ninuk Cucu Suwanti

Prabowo Subianto PILPRES 2009 – Ketua Dewan Pembina Partai (DPP) Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menolak untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) Megawati Soekarnoputri. Selain itu, Prabowo juga siap untuk tidak menjadi calon presiden (capres) dalam Pilpres 2009.

Kalau sampai tanggal 14 Mei 2009 nanti tak ada titik temu antara dua partai tersebut, Prabowo siap untuk tidak menjadi

capres dalam Pemilu 2009. “Bagi Pak Prabowo cuma satu, mau jadi capres. Kalau tidak bisa karena tidak penuhi syarat dukungan ya mendingan tidak usah maju sekalian. Pak Prabowo tak pernah mau jadi cawapres,” ujar anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra, Permadi, di Jakarta, Jumat (8/5).

Peluang PDIP mencalonkan Prabowo dalam Pilpres 2009 hampir tertutup karena Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Sekjen Pramono Anung sudah menegaskan kalau PDIP tidak memiliki opsi lain dalam Pilpres dan tetap mencalonkan Megawati.

Permadi mengatakan, antara Megawati dan Prabowo memang tak ada chemistry kerja sama yang baik. Namun, PDIP dan Gerindra bisa menjalin kerja sama yang ideal. “Makanya Pak Prabowo meminta siapa saja calon dari PDIP untuk dipasang dengan dia. Syaratnya, Pak Prabowo yang jadi capres, PDIP ajukan nama cawapres,” ujar Permadi yang juga mantan anggota FPDIP tersebut.

Adapun alasan Prabowo tidak mau jadi cawapres, katanya, karena tidak ada jaminan program-programnya bisa terlaksana kalau hanya jadi cawapres. Padahal, elektabilitas Prabowo naik karena program yang hendak dikembangkannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Tidak soal kalau memang tak bisa jadi capres. Pak Prabowo tak mau sekadar cari jabatan lalu mau jadi cawapres,” tegas Permadi.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku komunikasi politik dengan PDIP masih menemui jalan buntu. Namun, ia berharap selain komunikasi antara tim masing-masing, komunikasi personal antara Megawati dengan Prabowo diharapkan membawa sesuatu yang positif. “Masih ada waktu hingga tanggal 16 Mei 2009 ini. Tapi, sebaiknya memang kita tidak memaksa keduanya harus begini dan begitu,” tegas Muzani.

Tak Ada Calon Lain

Keputusan sepenuhnya diberikan terhadap Prabowo, baik untuk posisi tetap menjadi capres ataupun cawapres mendampingi Megawati. Ini karena Gerindra tidak memiliki tokoh selain Prabowo yang siap untuk dijadikan capres maupun cawapres.

Menyikapi tentang hubungan antara Gerindra dan PDI-Perjuangan, Muzani menuturkan saat ini Gerindra dan PDIP memang tengah dihadapkan pada persoalan yang sangat krusial. Untuk itu, katanya, Gerindra terus melakukan upaya komunikasi, baik secara institusi maupun personal, secara intensif. Agar bisa mencairkan kebekuan-kebekuan yang menyangkut hal-hal prinsip.

“Komunikasi intensif terus didorong, baik antara partai maupun kedua pemimpin. Supaya kebekuan yang menyangkut hal prinsip itu bisa dicairkan. Dan komunikasi kita sudah sampai pada babak akhir,” jelas Muzani.
Sementara Ketua DPP PDIP Adang Ruchiatna mengatakan, peluang koalisi PDIP-Gerindra masih terbuka. “Masa iya sih dengan Partai Gerindra sudah tak ada peluang. Kita lihat saja nanti,” ucap Adang Ruchiatna.

Cawapres Demokrat

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, mengatakan deklarasi bakal dilakukan di Kota Bandung awal pekan depan. “Belum tahu tanggal 11 atau 12, yang jelas kita punya dua opsi untuk deklarasi di Jakarta dan Bandung,” kata Achmad Mubarok ketika dihubungi SH, Jumat (8/5).

Ketidakpastian kapan pendeklarasian cawapres juga diperkuat dengan adanya pesan singkat dari Bravo Media Center (BMC) Kamis (7/5). BMC, dalam pesan singkat mengatakan, akan ada acara deklarasi cawapres di Sabuga Bandung pada Senin. Namun, acara deklarasi cawapres tersebut diralat dengan penjelasan acara tersebut masih dalam tahap perencanaan.

Mubarok mengatakan, pada saat deklarasi nama cawapres, tokoh yang menjadi pasangan Yudhoyono akan memberikan pidato. Namun, Mubarok enggan menyatakan lebih lanjut siapa nama cawapres itu. Ini karena hingga sekarang deklarasi yang mengungkapkan nama cawapres merupakan kewenangan Yudhoyono dan hal itu baru akan dilakukan usai hasil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai.

Sementara itu, menanggapi tentang hubungan Partai Demokrat (PD) dan PDIP, Mubarok menuturkan, saat ini partainya memang tengah melakukan komunikasi yang intens dengan PDIP. “Setiap pemimpin, pada saat tertentu akan ada kesediaan untuk mengalah, saling memberi demi kebersamaan,” imbuhnya.

Menurutnya, hubungan antara PD dan PDI Perjuangan diibaratkan lapang jalan dan tidak dagang sapi. Baik PD dan PDI Perjuangan, juga lebih toleran untuk bersikap bersama-sama membangun bangsa.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng tidak menampik adanya kemungkinan koalisi Partai Demokrat dan PDIP. “Demokrat itu membuka pintu komunikasi dengan semua pihak dan semua partai,” ujar Andi.

Dia mengatakan, rakyat senang dengan rekonsiliasi. Namun, dia menjelaskan, kunjungan Mensesneg Hatta Rajasa menemui Megawati sama sekali bukan membicarakan koalisi melainkan persoalan rumah tinggal Megawati.

Mengenai cawapres bagi Yudhoyono, katanya, sudah sangat mengerucut. “Sekarang sudah di kantong Pak Yudhoyono dan sudah sangat mengerucut,” katanya.

Pengumuman cawapres itu, tambahnya, masih menunggu proses rekapitulasi suara nasional. “Kita hanya mengikuti etika, harus menunggu dulu seluruh jumlah suara partai biar tahu bagaimana harus berkoalisi, kita dengan pengumumannya dulu dong secara resmi,” ujarnya.

Mimpi Bersama

Sementara itu, Hatta Rajasa mengaku, dalam pertemuannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Rabu (6/5) kemarin, selain membicarakan soal penyerahan rumah dinas, memang ada pembicaraan soal politik. Namun Hatta membantah kalau pembicaraan tersebut berkenaan dengan masalah koalisi, melainkan hanya berbicara soal politik makro saja.

“Saya ini tidak kompeten bicara soal koalisi. Kan saya sudah sampaikan kalau saya komunikasi tentang politik, saya bicara yang makro, itu yang besar, bagaimana membangun bangsa ini ke depan. Kalau kita memimpikan bersama, di mana tokoh-tokoh itu bersama ke depan memanfaatkan momentum yang baik ini untuk memajukan bangsa ini kan boleh. Itu komunikasi politik,” ungkap Hatta saat ditemui di depan Gedung Setneg, Jakarta, Kamis (7/5).

“Blunder” Etika

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu berharap PDIP tidak mempertimbangkan ajakan siapa pun untuk berkoalisi dengan PD. Jika sampai terjadi koalisi antara kedua partai tersebut, maka menurutnya telah terjadi blunder secara etika. “Kalau sampai PDIP dan Demokrat berkoalisi maka itu blunder dari segi etika, ” kata Burhanuddin Napitupulu.

Dia mengingatkan, PDIP sudah menandatangani komitmen membentuk koalisi besar bersama Golkar, Hanura, Gerindra, PPP, PBR, PDS dan beberapa partai lain sehingga sangat tidak lazim jika koalisi dilakukan. “Kita kan sudah berjanji koalisi di parlemen,” katanya.

Mengenai kader Partai Golkar yang ingin maju menjadi cawapres partai lain, kata Burhanuddin, harus meminta izin terlebih dulu. Dia menegaskan, Partai Golkar sudah mempunyai pasangan capres dan cawapres, yakni Jusuf Kalla dan Wiranto, karena itu semua elemen partai harus bersedia mendukung kedua pasangan ini.

Jika ada kader Partai Golkar yang ingin maju lewat partai lain, maka mekanismenya harus melalui persetujuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Kalau dia masih memiliki tanggung jawab moral terhadap partai, dia harus tahu bahwa partai sudah mengajukan calon presiden dan wakilnya,” ujar Burhanuddin, di Jakarta, Kamis (7/5). Karena itu meski dibebaskan untuk mencalonkan diri, tapi harus tetap melalui izin partai.

Menurut politisi yang akrab disapa Burnap ini, jika telah meminta izin kepada partai belum tentu akan langsung diterima, melainkan akan ditentukan lewat rapat internal DPP. (vidi vici/dina sasti damayanti/sinar harapan/rd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: