Indonesia Sumbang 5 Miliar ke Meksiko

menteri kesehatan, siti fadilah supari FLU BABI – Pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan sebesar Rp 5 miliar kepada Meksiko. Bantuan ini terkait penanggulangan kejadian luar biasa virus influenza H1N1 atau flu babi.

"Depkes baru bisa memberikan bantuan berupa uang dibandingkan barang," kata Menteri Kesehatan Siti Fadillah

Supari, di Departemen Kesehatan, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2009.

Sebelumnya, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Melba Pria, menemui Menteri Kesehatan. Pertemuan itu untuk membicarakan perihal bantuan kepada Meksiko untuk menanggulangi virus H1N1.

Meksiko mengharapkan segala bantuan baik berupa uang, peralatan dan juga obat anti virus H1N1 ini. Duta Besar Meksiko ketika itu mengharapkan Indonesia turut menyumbang peralatan medis dan kesehatan berupa masker penutup wajah, antiseptik tangan, setelan baju bedah dan sarung tangan dan benda-benda pendukung lainnya.

Adapun Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah memberikan bantuan osiltamivir ke negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa.

2,5 juta kapsul dari WHO

Badan Kesehatan Dunia atau WHO memberikan bantuan berupa kapsul oseltamivir atau obat pencegah flu babi, kepada 73 negara Perserikatan Bangsa-bangsa. Indonesia mendapat bantuan sebanyak 2,5 juta kapsul.

"Untuk membantu menanggulangi masalah kejadian luar biasa virus H1N1," kata Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Tjandra Yoga di Departemen Kesehatan, Jakarta Selatan, Sabtu, 9 Mei 2009.

Indonesia, kata dia, akan mendapat 2,5 juta kapsul. Menurut dia, penambahan itu sebagai menambah stok obat oseltamivir Indonesia sekarang, yang berjumlah 3 juta kapsul.

Kapsul-kapsul itu akan didistribusikan kepada Puskemas rujukan dan 100 rumah sakit rujukan. Daerah yang dipriotaskan adalah daerah yang pernah terkena virus H5N1 atau flu burung.

Guna langkah pencegahan selain obat, pemerintah juga telah menyiagakan 25 Kantor Kesehatan Pelabuhan yang memiliki akses Internasional. "Kita akan fokus terhadap hal ini," kata Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari.

Tidak hanya itu, Indonesia juga telah melakukan simulasi pandemi H5N1. "Sebanyak dua kali sehingga kita bisa lebih siap," kata Siti Fadillah. (vivanews|rd)

:: baca juga ::

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: