Pembebasan Manohara sangat Dramatis

Welcome Home Manohara

Welcome Home Manohara

MANOHARA ODELIA PINOT – Perlahan butiran mata hangat itu mulai menetes dari sudut mata Manohara, gadis cantik itu begitu terharu bisa berjumpa lagi dengan Daisy Fajarina, sang Bunda serta Dewi, kakaknya.

Kepulangan Manohara ke Indonesia sungguh di luar dugaan banyak kalangan. Lamanya waktu membuat kasus ini diperkirakan telah berlalu apalagi belakangan suara Daisy Fajarina makin jarang terdengar. Tetapi siapa sangka sejak menerima pengaduan tanggal 22 Maret lalu, aparat kepolisian rupanya terus memantau jejak Manohara.

Proses pembebasan Manohara berlangsung sangat dramatis, peristiwa itu berlangsung begitu cepat di hari Minggu (31/5) dinihari, saat itu Mano dan suaminya, Tengku Tumenggung Muhammad Fakhry bersama dengan beberapa pengawal tengah berada di sebuah lift di salah satu hotel di Singapura. Mano tiba-tiba berontak karena sang Pangeran berencana untuk menyekapnya kembali di kamar hotel no #314 yang berada di lantai tiga. Saat itulah Manohara berinisiatif memencet tombol darurat di dalam lift hingga menimbulkan keributan.

Campur tangan Daisy tidaklah mengejutkan, jauh-jauh hari ia sudah mendengar rencana putrinya berkunjung ke Singapura membesuk raja kelantan, Sultan Ismail Petra yang dirawat akibat sakit jantung, dengan dibantu laskar merah putih, Daisy dibantu putrinya Dewi akhirnya meluncur ke Singapore, tetapi asa itu sempat menguap mengingat Manohara selalu dikawal ketat

Selain Daisy, pecahnya keributan di hotel berbintang itu ternyata sudah diantisipasi oleh aparat kepolisian Singapore, bahkan juga agen FBI Amerika. Campur tangan kepolisian dan kedutaan Amerika inilah yang membuat Tengku Fakhry tidak bisa berbuat apapun, ia makin tidak berkutik saat diancam akan ditahan apabila tidak melepaskan Manohara.

Proses penyelamatan Manohara di Singapura menjadi rekaman sejarah tersendiri untuk hubungan kedua bangsa, proses itu tidak mudah bahkan sangat alot dan memakan banyak waktu, ironisnya kondisi itu makin diperparah dengan sikap duta besar Indonesia untuk Malaysia, Da’i Bachtiar. Manohara mengakui sang duta besar terkesan tidak mendukungnya.

.::courtesy of sctv::.

Pernikahan Dini Manohara

Perkawinan Manohara dengan putra raja Kelantan merupakan impian indah Daisy Fajarina, ia bahkan tidak perduli bahwa usia putrinya saat dinikahkan baru berumur 16 tahun, namun semua mimpi manis Daisy berubah menjadi kelam saat dirinya dipersulit untuk menemui Manohara, yang lebih memilukan lagi ketika tersiar kabar bahwa anaknya menjadi korban penyiksaan pangeran Kelantan.

Pernikahan dini di usia 16 tahun dengan seorang pangeran Kelantan nampaknya tidak berbuah manis bagi Manohara Odelia Pinot, harapan membangun rumah tangga yang indah tiba-tiba saja berubah menjadi mimpi buruk, keinginan untuk menjalani hidup dengan seorang suami yang baik telah jauh dari genggaman, yang ada hanyalah siksaan dan tekanan

Penderitaan yang dirasakan Manohara terasa lengkap, baik fisik maupun mental, bahkan putri semata wayang Daisy itu terpaksa merasakan tidak enaknya disekap dalam sebuah kamar rahasia, ketakutan untuk makan, tidur selalu menghantui Mano hingga akhirnya ia sadar bahwa Tengku Fakhry, suaminya mengalami sakit jiwa.

Orangtua mana yang tidak sakit hatinya bila mendengar anaknya menderita, begitu pula dengan Daisy yang telah merawat Mano dengan sempurna, tak kan pernah Daisy biarkan satu nyamukpun menggigit kulit halus Manohara, tetapi ternyata tajamnya silet malah didapat Mano dari suaminya semdiri

Perilaku keji dari sang suami tentu menorehkan luka yang luar biasa di hati Manohara. Tak tahan dengan semua penderitaan, sempat terpikir olehnya untuk mengakhiri hidup, di posisi sulit dan tertekan hanya itulah yang mampu dipikirkan oleh Mano agar dirinya dapat lepas dari pangeran Kelantan

Manohara Siap Menuntut

Manohara tak hanya akan memperkarakan Tengku Fakhry, ia bahkan siap menuntut Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Dai Bahtiar diganti. Apa sebenarnya kini yang dicari Manohara.

Selain berencana melanjutkan sekolah dan terjun ke dunia pentas, Mano pun sudah menyiapkan tuntutan hukum untuk sang pangeran Kelantan, tuntutan ke Fakhry bertambah dengan masuknya gugatan cerai dari Manohara. Ia menyiapkan kuasa hukum bahkan bukti foto untuk mengangkat kasus penganiayaan ini ke meja internasional.

Hal ini wajar mengingat sejak awal proses perkawinan, Mano dipenuhi dengan kebohongan pihak kerajaan Kelantan, ia bahkan tidak pernah dilamar secara normal meski sempat dijanjikan.

Tekad Mano menuntut duta Besar Indonesia untuk Malaysia tidak hanya dilatari dengan sakit hati pribadi, langkah itu ditempuhnya karena ada banyak orang yang bernasib sama seperti dirinya, serba tersiksa di negeri jiran tanpa mendapatkan penanganan yang serius. Mano bukanlah satu-satunya wanita tertindas di negeri yang mengaku satu rumpun itu. (sctv/rakyat demokrasi)

#video

80 komentar

  1. leeeehahaha2909 · · Balas

    Gw tetep nunggu VISUM penganiayaan nyaa si Mano….gi mana yaa..masih sibuk syutingggg??

  2. Junaidi Amir · · Balas

    Salam sejahtera.

    Kes seperti ini sangat merunsing rakyat kedua buah negara jiran tetangga. Walaubagaimanapun saya berharap agar Pihak Tertuduh dan Menuduh agar menjaga beberapa tatasusila dalam berbicara agar sikap menegakkan perbuatan yang dikenali sebagai “Menegakkan Benang Yang Basah” tidak terserlah ( rujuk bualbicara diantara Mano dan Bapak Soberi )

    yang seterusnya eloklah kiranya Bapak Soberi Shafii menyerahkan kes ini untuk dijawab oleh Tengku Muhammad Fakhry sendiri atau wakil istana agar tidak terkhilaf dalam sebarang pernyataan hingga terserlah beberapa keburukkan.

    Insya Allah………. Tuhan itu Maha Mendengar dan akan senantiasa memakbulkan doa-doa orang – orang teraniaya. Amin.

  3. f'ckALLofYOU · · Balas

    dude,,,wats all dis bullshit? people from 2 neighboring country fighting?all u f’ckers wanna start war cuz of some whore who sold her daughter to some sex addict? years of peace between our countries ruined because of a marriage-gone-wrong? then be my guest mother f’ckers! i’ll be watching you people choke each others throat to death..while the bitches and the sex maniac that started all this bullshits watch the masterpiece that they’ve created…keep sayin crap bout each others country ASSHOLES!

  4. Gud Boy · · Balas

    haduuuuuuhhh…..tlg yah semua jgn pada sok tau……dr pada main hujat lebih baik tunggu ap yang akan terjadi nant…..saya percaya Allah SWT punya rencana tuk mereka semua….kl mang kalian punya Iman percayakan semuanya sama Allah…..
    Tuk malaysia…mang dsana gag ad kbebasan pers yah???kasian bgt sih kalian mau az dgituin…y ud kl mang kalian smart liatin az perkembangan diinternet…yg terkhir saya denger mano ud dvisum & memang banyak bekas suntikan dibelakang tubuhnya sampai bekas seterika jg ada!!!!buat org malay tau setrika gag???itu loh yg buat rapihin pakaian!!hehehehehe…
    siapa yg mau disetrika????hehehehehehe…

  5. bosen dengernya ganyang malaysia ganyang malaysia tapi ngak pernah kejadian,Hai orang indonesia buktikan donk kalo berani jangan cuma koar2 aja… apa emang sebenernya orang indonesia takut ama malaysia,takut ngak dapet tulang yang di lempar sama malaysia.. tokai basah semua,mending diem aja loe pada.

  6. kambali wijaya · · Balas

    dah capek nih dengerin mano terus , kita jadi gurusin mano sama tengku, msh banyak hal lain yg lebih penting, biar mereka dua selesaikan,kita sama-sama slg membutuhkan baik Indonesia juga Malaisia. kita shbt sejak jaman bahela, apa sih hbtnya mano dan jua tengku, mano blm dewasa ngapain mau nikah,tengku juga ngapain nikahi anak-anak sih apa gx ada yg dah dewasa & lbh seksi.

  7. Jeini · · Balas

    di malysia manohara jadi Property….. Sultan Fahry
    di Indonesia Manohara jadi Property Ibunya

  8. endhie wiguna · · Balas

    Ancen TT kuwi batang tikus..
    Sak’no manohara,cah ayu ngono dipolosoro..

    TT paling wes loro pikir..mangkane manohara iku dipolosoro..

    Opo TT iku wong HOMO yo,gak doyan cak wadon..

    Aku gak nyalahno malaysia sak njero’ne..tapi nyalahno TT seng kurang toto kromo..

    Heh TT, ojo mentang2 koen anak rojo,koen njaluk menang’e dewe..aq yo kturunan bangsawan jowo ae ora dumeh..

    Ojo sok kuasa..durung dadi rojo ae wes koyo ngunu,dadi rojo maneh..hadoh..

    Susah lek mbahas wong loro pikir koyo TT…

    Pusing lu ya nerjemahin bahasa gua..gua ksi bocoran ya..isix tuh bahas kalo TT itu cakep..
    Wakakakaka..tapi goroh..

  9. paku_waja · · Balas

    jangan bengangkan kepala otak anda dengan hal-hal begini. banyak lagi benda lain nak difikirkan. memang budaya kita suka jaga tepi kain orang lain. cuba selak kain sendiri , rasanya hebat lagi kottt

  10. tak tahu lah.pusing.emang malaysia tuh sombong dan congkak.music aja tak py kualitas yg bgs.ceweknya jelek2 loagi

  11. kalu soal darah, saya punya darah batak. tapi lahir di malaysia.kalu kita tidak pernah datang ke malaysia, jangan bercakap perkara yg kita tidak tahu. kalau cuma mendengar berita atau membaca di internet, belum pasti kebenarannya. tp yg buatkan saya sakit hati bila bila mamat2 indon yg konon nak bela bangsa sendiri mengata org malaysia yg bukan2. cam dlm kes manohara ni la. menyalak sana, menyalak sini. entah apa2 korang nih.

    Setahu saya kebanyakan penyangak, perompak, pembunuh, kaki auta dan segala jenis penjahat asalnya dari indon. malah penjara di sini jg dipenuhi minah dan mamat indon. jd kalau nak mengata lu piki la sendiri. nauzubillah.kalau rasa org malaysia jahat, jangan datang. indonkan tanah luas, laut pun luas. usahakan cari makan di tempat sendiri. jgn pulak jadikan selat melaka kubur tak bernisan korang.

    buat malu saja.

    1. Junaidi Amir · · Balas

      Sue….

      Sebenarnya saya rasa sue lebih banyak tidak tahu dari yang tahu…

      Mereka datang ke Malaysia siapa yang bawa masuk. Bukankah orang kita sendiri. Kerana apa mereka dibawa masuk ke Malaysia. Kerana orang kita nak kerja senang. Tak mahu kerja berpanas terik. Tak mahu kerja jadi kuli. So……

      Bertuahlah kita. Mereka melaksanakan tugas yang kita tidak mampu lakukan dan tidak mahu lakukan. Yang dapat nama Negara Malaysia kita tercinta. Itulah ” Made in Malaysia By Indonesia “.

      Bak kata alim ulama berdiam diri itu lebih baik dari berkata – kata sesuatu yang tidak berfeadah. Saya berkecuali sepenuhnya kerana Tuhan Yang Maha Mengetahui. Manalah tahu saya silap mengadili payah saya nak minta ampun dengan mereka yang telah saya fitnah atau burukkan. Fikirkanlah.

  12. menurut article
    — putri semata wayang Daisy itu terpaksa merasakan tidak enaknya disekap dalam sebuah kamar rahasia, ketakutan untuk makan, tidur selalu menghantui Mano hingga akhirnya ia sadar bahwa Tengku Fakhry, suaminya mengalami sakit jiwa—

    haih kalau ketakutan nak makan…kenapa tak megurus badannya?
    bertambah gemuk adelah..
    mana ade orang takut nak makan bertambah gemuk!

    kalau tak cukup tidur kenapa muka namapak macam terlebih tidur
    berseri2 je
    tak ade eyebags pon
    mata sihat je.

    haih

    drama drama

  13. juling · · Balas

    indonesia… sikit-sikit… malaysia mengambil haknya….

    semua yang indoensia punya…. malaysia ciplak karyanya….walhal indonesia xsedar diri, terus mengata-ngata malaysia….. hampir separuh rakyatnya mencari rezeki di sini , namun masih sombong….

    fasal manohara? tak tahu cerita sebenar terus mencaci maki malaysia…. ckp maling sial…. itu kan cakap orang yang rendah pengetahuan nya…. manohara dulu terkejar-kejar kemewahan,,kata sosiallate?cari orang kaya-kaya…. baru jumpa buku dengan ruas……

  14. Shariff Fudin · · Balas

    Hari ini saya sangat berasa sedih dan sakit hati. Teman saya seorang WNI bertaraf penduduk
    tetap Malaysia (Permanent Resident) baru saja tadi kembali ke Malaysia dari Jawa. Tujuannya pulang adalah untuk menikah dengan seorang gadis Jawa di RT/RW 003/002, Desa Bejaten, Kecamatan Pabelan Semarang.

    Berkahwin itu seumpama mendirikan mesjid dan orang yang menikahkan pasangan berkahwin mendapat laba pahala yang besar dan diberkati Allah. Teman saya itu selama lebih 15 tahun tinggal membujang di Malaysia, masih tidak beristeri.

    Sebagai yang diperlukan beliau membawa bersama surat akuan bujang dari pihak berwajib kampungnya di Bogor, pergi ke desa tunangannya di desa Bejaten, Pabelan Semarang. Pihak KUA Pabelan tidak mengakui dan tidak percaya teman saya itu masih bujang. Ya, umurnya sudah mencapai 45 tahun dan demi Allah dia seorang yang belum pernah bernikah. Apakah kelayakan KUA untuk menilai teman saya itu? Oh, katanya orang sunda suka kawen-kawenan. Pada 30 September lalu teman saya itu tidak menggunakan tiket pesawatnya, sebaliknya meminta saya mengirimkan uang. Mau ke Semarang dan bernikah di sana katanya.

    Demi Allah, cerita ini benar, seterangnya tulisan ini di mata Kipanji dan Okta. Sengaja dipersulit adalah amalan kesukaan PNS Indonesia. Saya pernah menghadapi 11 tahun yang lalu semasa menikah di Sukabumi. Saya sengaja menamakan desa yang sebenar di Jawa, supaya Mang Okta boleh menyelidikinya mungkin dengan bantuan Tempo.

    Nama teman saya ialah Mantri dan nama wanita yang mau dinikahi ialah Atik Murniasih. Mana tau dengan bantuan anda berdua mereka akan dapat menikah. Hantar emel saya dan saya boleh berikan nomer hp saya dan Mantri.

    Untuk penambah cerita, saya perturunkan pengalaman saya, secara ironisnya sangat berlainan dengan cerita tadi. Saya meminta izin terlebih dahulu daripada Mahkamah Syariah tempat saya, dan selepas disiasat kemampuan saya dari segi keuangan dan fizikal mereka memberikan surat kebenaran berpoligami dan menikah di luar negara. Yang saya amat pelik dan heran, KUA ******* tidak menerima surat kebenaran berpoligami. Ini kantor agama Islamkah atau tidak? Islam membenarkan poligami, bahkan menggalakkannya dalam kasus-kasus tertentu.

    Jadi, untuk memudahkan kerja mereka, mereka menawarkan surat pengakuan bujang. Mereka tidak dapat menerima orang berpoligami. Hancurrr…. mau kawen atau nggak? Saya ikut sahaja. Mereka yang berbohong kepada Allah, bukan saya. Di Malaysia, sesiapa pun termasuk pegawai negeri boleh berpoligami. No Problem. Dan kedua isteri mempunyai hak yang sama terhadap pensiun terbitan (jika saya sudah meninggal).

    Kesimpulan saya ialah kantor-kantor pemerintah Indonesia adalah hak peribadi kepala-kepala kantor, tidak selaras dengan kantor di daerah lain. Sebagai contoh Kantor Imigrasi Dumai tidak sama cara kerjanya dengan kantor Imigrasi Batam. Sepertinya kantor-kantor itu hak mereka sendiri dan menghakimi rakyat sesuka hati mereka. KUA Pabelan Semarang tidak mau berjasa kepada rakyat juga tidak inginkan pahala dari Allah, dan mereka amat suka memberikan kesulitan untuk mendapat korupsi dan menggalakkan berlakunya zina.
    Na’udzubillah!

  15. gosip lagi…..

  16. bodo amat dengan gosip…. mending mikirin yang lain aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: