Antasari Kemasi Barang di KPK

Antasari Azhar

ANTASARI AZHARAntasari Azhar, tampaknya, pesimistis bisa kembali menjabat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bersama enam penyidik dan pengacara, dia mengemasi dan mengangkut barang-barang pribadi dari ruang pimpinan di lantai tiga Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Antasari datang ke KPK sekitar pukul 11.00. Sejak berangkat, penyidik berusaha mengelabui wartawan. Kijang hitam nopol B2850 FM masuk ke samping gedung tahanan polda. Dengan begitu, Antasari tak perlu berjalan jauh dan langsung masuk mobil.

Dari rutan tahanan Polda Metro Jaya, Antasari langsung menuju basement gedung KPK. Karena terhalang rolling door, Antasari dan penyidik leluasa masuk tanpa harus melalui kerumunan wartawan yang stand by di lobi depan. ”Tadi sempat bertemu pimpinan KPK yang lain. Ada Pak Chandra dan Pak Haryono. Saya juga sempat bersalaman,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi kepada wartawan.

Menurut dia, suasana pertemuan berlangsung santai dan akrab. ”Ada beberapa barang yang diambil, foto keluarga, lukisan, dan beberapa lembaran dokumen. Tapi, saya tidak tahu isinya,” katanya. Antasari perlu diajak karena status ruangan adalah status quo. ”Karena itu, juga harus didampingi penyidik,” jelas Johan.

Antasari juga didampingi beberapa personel KPK untuk memilah barang. Baru pukul 15.30, dia kembali ke ruang tahanan. Lagi-lagi, mobil yang membawa dia melaju dari basement untuk menghindari wartawan.

Pengacara Antasari, Juniver Girsang, yang mendampingi kliennya menyatakan bahwa Antasari memang meminta izin kepada penyidik untuk mengambil barang pribadinya di KPK. ”Baru hari ini dikabulkan,” ungkapnya.

Menurut dia, Antasari memerlukan buku-buku bacaan untuk menemani dirinya selama ditahan. ”Beliau sangat membutuhkan buku-buku itu untuk dibawa dan dibaca di tahanan beliau. Dokumennya berupa catatan-catatan beliau,” katanya.

Pengacara senior yang berpraktik sejak 1987 itu mengungkapkan bahwa Antasari juga mengambil ijazah. ”Ada dokumen pribadi dan buku-buku beliau lebih dari satu kardus. Ada barang yang dibawa ke rumah dan akan ada yang dibawa ke polda untuk dibaca,” ujarnya.

Juniver menegaskan, barang itu tidak berkaitan dengan urusan perkara di KPK. ”Tidak ada kaitannya dengan barang bukti. Tapi, kami butuhkan untuk kepentingan pembelaan, namun belum sekarang, akan kami ungkap di pengadilan,” katanya.

Di tempat terpisah, Kabidhumas Polda Metro Jaya AKBP Chrysnandha menjelaskan, Antasari dibawa ke KPK untuk mengambil barang pribadi. ”Apakah ada hubungannya dengan penyidikan, itu tidak perlu diberitahukan kepada publik. Yang pasti, didampingi penyidik,” tegasnya.

Polisi, kata dia, sedang berupaya mempercepat berkas. ”Sebelum 3 Juli harus sudah masuk dan beres di kejaksaan,” ujarnya.

Sumber Jawa Pos menyebutkan, karena ingin mengejar waktu, Mabes Polri sampai mengirim perwira penyidik berpangkat komisaris besar untuk mendampingi penyidik polda. ”Laporannya dipantau langsung oleh Bareskrim,” ungkap sumber yang menolak namanya disebutkan itu.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira menolak mengomentari soal supervisi langsung Bareskrim atas kasus Antasari tersebut. ”Yang jelas, kami tidak mengulur waktu,” tuturnya.

Jenderal berbintang dua itu menilai, pendapat pengacara Antasari soal tidak adanya motif yang menjerat mantan ketua KPK tersebut kurang tepat. ”Kalau tidak ada bukti, polisi tidak mungkin menahan atau menetapkannya sebagai tersangka,” tegasnya.

Abubakar menyatakan, pengacara sebaiknya menghindari perdebatan di media. ”Nanti saja, kalau sudah dalam sidang, silakan saja. Yang jelas, kami tidak membeda-bedakan siapa pun. Bukan karena Pak Antasari pejabat negara terus ada perbedaan perlakuan,” ungkapnya. (jawa pos/rd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: