80 Warga Banten Positif Flu Babi

swine flu

FLU BABI – Korban virus H1N1 atau flu babi di Banten terus bertambah. Hingga kini, Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat sebanyak 80 warga Banten dinyatakan positif terserang flu babi. Selain itu, RSUD Serang juga sedang merawat pasien susfect atau diduga terjangkit virus itu.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Banten Wahyu Santoso mengungkapkan, dari 80 warga Banten, 45 di antaranya merupakan santri pesantren Dar El Qolam, Kabupaten Tangerang.

“Terbanyak di Kabupaten Tangerang, kemudian Kota Tangsel dan terakhir, Kota Tangerang. Kami berharap virus ini tidak menyebar ke kota atau kabupaten lain,” kata Wahyu, Rabu (29/7).

Selain Pesantren Dar El Qolam, kata Wahyu, virus flu babi juga ditemukan di pesantren Babussalam di Kota Tangerang, dan saat ini semua pasien sudah sembuh. “Memang ada tiga orang lagi yang sedang dirawat, tetapi semuanya berangsur membaik,” tandasnya.

Wahyu juga mengungkapkan, secara nasional jumlah per tanggal 27 Juli lalu, mencapai 416 orang yang diduga flu babi, dan lebih dari 50.000 tablet tamiflu sudah dikonsumsi oleh warga yang terduga dan positif flu babi.

Ditanya berapa jumlah pasti warga Banten yang terduga flu babi, Wahyu mengaku saat ini di Banten sudah tak terhitung. “Wah itu sih sudah banyak sekali,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Ruang Isolasi RSUD Serang Yopi Triana mengatakan, saat ini pihaknya merawat empat orang pasien terduga flu babi. Semua pasien tersebut warga Serang. Mereka adalah S (21), laki-laki warga Binuang, Kabupaten Serang, N (18), perempuan, warga Binuang, Kabupaten Serang, H (31), warga Kota Serang, B (13), Kota Serang.

Yopi menilai, kasus merebaknya flu babi bisa diibaratkan sebagai fenomena gunung es, yang terlihat sedikit, namun kenyataannya mungkin lebih banyak. “Karena masyarakat sendiri belum tahu banyak tentang flu babi. Faktor sosialisasi kepada masyarakat juga belum maksimal terhadap fenomena flu ini. Kita juga tidak tahu, berapa kasus yang tidak terlaporkan. Jadi mungkin seperti fenomena gunung es, yang terlihat sedikit, namun kenyataannya mungkin banyak,” kata Yopi
Selain itu, kata dia, jenis virus H1N1 paling cepat menular antara satu manusia ke manusia lain, karena melalui jabat tangan saja virus bisa menular. “Masyarakat sendiri masih memandang bahwa penyakit flu itu sama saja, tetap flu. Padahal bisa juga merupakan flu babi atau flu burung,” tandasnya.

Untuk membedakan antara flu biasa dan flu babi sendiri, lanjut Yopi, bisa dilihat dari demam yang dirasakan oleh penderita, yakni panasnya melebihi 38 derajat celsius disertai influenza hidung. “Itupun belum juga bisa dikategorikan flu babi, karena harus melalui rafid test. Karena itu, masyarakat segera memeriksakan ke dokter jika ada yang demam diatas 38 derajat celsius,” tandasnya. Untuk wilayah Serang, Yopi mengungkapkan, baru ditemukan suspect. (banten go.id/rakyat demokrasi)

One comment

  1. SYAFARUDINSUKUR, SKM · · Balas

    APA PERAN PROMOSI KESEHATAN….????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: