Sweeping Warga Malaysia di Indonesia

ganyang Malaysia

DEMO ANTI MALAYSIA | RAKYAT DEMOKRASI – Sebagai respons atas klaim budaya yang jelas-jelas milik Indonesia oleh Malaysia, Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mendesak agar pemerintah menarik warga Indonesia di Malaysia.

Koordinator Bendera, Muchtar Bona Ventura mengatakan pihaknya memberi waktu bagi pemerintah selama 3 x 24 jam untuk mengambil sikap dan langkah tegas, yaitu mengusir Duta Besar Malaysia serta menarik Dubes RI di Malaysia, ia juga mendesak agar pemerintah Indonesia menarik pulang Warga Indonesia di Malaysia dan sebaliknya memulangkan seluruh warga Malaysia yang berada di Indonesia.

Aksi Aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat itu berlangsung singkat kurang lebih selama 30 menit dari 60 menit yang direncanakan. Selama aksi berlangsung suasana cukup menegangkan karena diantara pendemo ada yang memegang bambu runcing, simbol perjuangan pada jaman penjajahan

Malaysiakini.com menuliskan bahwa kemarahan rakyat Indonesia sudah memuncak disusul berita TV mengenai lebih 360 sukarelawan ilmu kebal sudah mendaftar dan bersedia untuk mengganyang Malaysia. Ditambah lagi, sekelompok orang yang menamakan BENDERA (Benteng Demokrasi Rakyat) yang melakukan penyisiran warga Malaysia di Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat, sambil membawa bambu runcing.

Presiden Sesalkan Sweeping Warga Malaysia

Menyikapi Aksi sweeping warga Malaysia, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa tindakan itu bukan langkah yang terbaik dan dinilai akan menimbulkan masalah baru.

Presiden menegaskan, pemerintah kita telah menjalankan tugasnya yaitu kita melakukan protes, aksi diplomasi, diplomatik, yang sebenarnya kita bekerja. Demikian juga Eminent Program Group (EPG), wadah yang didirikan kedua negara untuk merumuskan rekomendasi-rekomendasi kebijakan guna mempererat kerjasama Indonesia – Malaysia. Karena itu, tindakan-tindakan yang berlebihan semacam itu tidak diperlukan.

Presiden juga telah mengintruksikan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda agar hubungan Indonesia dan Malaysia terus dikelola dengan baik. “Sampaikan juga pesan yang jelas kepada pemerintah Malaysia untuk betul-betul mengetahui sensitifitas terhadap isu-isu tertentu supaya tidak ada reaksi yang berlebihan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden sudah menjadi kewajiban Indonesia memelihara dengan baik hubungan strategis untuk kepentingan kedua bangsa. “Sebaiknya kita saling menjaga, agar hubungan ini tidak terganggu oleh isu-isu tertentu. Kita harus mengetahui sensitifitas atas isu-isu itu,” tandas Kepala Negara. (dbs/rakyat demokrasi)

4 komentar

  1. Malaysia The Great · · Balas

    Satu kerja bodoh oleh rakyat Indon. Sampai bila Indon mahu maju kalo rakyat masih bodoh. Maaf kalo bahasa agak kasar .. tapi terima saja kanyataan ini.

    Beri lebih komitmen terhadap ekonomi Indon dari demontrasi kampungan.

  2. Adam Abdullah · · Balas

    Apa pasal mahu gaduh-gaduh bang pasal batik, pasal lagu, pasal musik, pasal pembantu rumah, pasal orang dari Indoinesia bekerja di Malaysia?

    Batik dan kain adalah kurnia ALLAH, Makanan adalah kurnia ALLAH. Musik dan lagu juga adalah kurnia ALLAH untuk MANUSIA.

    Kita semua manusia – anak cucu, cicit ADAM dan HAWA. Bahasa dan bangsa adalah kurniaan ALLAH.

    Kita rakyat Malaysia terima rakyat Indonesia datang ke Malaysia untuk bekerja – di rumah, di kantor, di pejabat, di warong, di kedai makan, di restoran, di ladang, di tempat membuat rumah, bangunan, jambatan dan jalan dll. Mereka sanggup dan berjanji untuk bekerja. Kami bayar mereka gaji. Kami sediakan tempat tinggal. Kami sediakan makanan untuk mereka.

    Bukan semua rakyat Malaysia yang berlaku kasar dengan pembantu rumah dari Indonesia. Adakah semua 300,000 pembantu rumah dari Indonesia yang bekerja di Malaysia dikasari? Tentu sekali tidak.

    Berapa banyak kes pula gadis dari Malaysia dibawa lari ke Indonesia?

    Dari segi ekonomi dan wang ringgit pula berapa banyak RM telah dipindahkan ke Indonesia dan berapa ramai rakyat Indonesia yang telah menjadi kaya raya hasil daripada RM yang dibawa atau ditukar ke RUPIAH INDONESIA untuk beli tanah, untuk buat rumah dan untuk membuka perniagaan?

  3. wak jawa shah alam · · Balas

    kabare kabeh…

    Lo kok goblok temen bocah bocah ‘BENDERA’/indon ki..Kue ingat kita malays people heran and batak sangat nak claim tarian pelek (betul ke?)…Malays tak butak sejarah lo..siasat la dulu sapo seng jadi tali barut krisis ini..Orang singapore yg mangan babi tue… kue sama muslim pun arek perangan..goblok ..serambi mekah konon…org gaji seng kenek dera kat malaysia kerja kayo cina jugak…orak malays…malay orang ber budi bahasa….kalo kue seng goblok ki arek mengamuk…kue keplak hendas cina tu lahh….matang la sikit…ojoh kerungu wong ngomong wae…

    wak jawa shah alam

  4. Salam…

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah di antara kedua saudara (kamu yang bertelingkah) itu. (Surah Al-Hujurat: Ayat 10)

    “Tidak ada dosa yang lebih layak dipercepat hukumannya di dunia, dan apa yang dipersiapkan Allah baginya di akhirat daripada tindakan kezaliman dan memutuskan hubungan silaturrahim”.
    (Hadith Riwayat Ibnu Majah dan Tarmizi)

    “Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci Allah ialah yang paling gigih dalam permusuhan.” (HR Bukhari dan Muslim).

    Hadith drp Abdu Daud, Tarmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi, “Barangsiapa meninggalkan pertengkaran, padahal dia salah, maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga. Dan barangsiapa meninggalkan pertengkaran, padahal dia benar, maka akan dibangun untuknya rumah di lantai tengah surga. Sedang barangsiapa yang membaguskan akhlaknya, akan dibangun baginya rumah di tingkat paling atas surga.

    Selamat Berpuasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: