Dana Relokasi PKL Dipake Katering dan Billiar

Pedagang Kaki Lima

BANDUNG | RAKYAT DEMOKRASI – Dana Kucuran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang seharusnya digunakan untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) malah disalahgunakan untuk kepentingannya sendiri.  Hal itu terungkap di Pengadilan Negeri Bandung menyidangkan perkara penyelewengan dana relokasi PKL tahun 2004 dengan terdakwa Iwan Suhermawan (38), Selasa (29/9/2009).

Iwan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara karena dugaan tindak pidana korupsi. Uang kucuran Pemkot Bandung untuk relokasi PKL yang seharusnya dikembalikan, ternyata digunakan terdakwa untuk usaha katering dan billiar.

Sidang dakwaan dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Joko Santoso dan Jaksa Penuntut Umum Erwin Widiantono di ruang sidang 1. "Iwan selaku Direktur CV Usaha Mandiri PKL yang melaksanakan kegiatan relokasi PKL di eks Toko Ria Otista, terdakwa tidak sama sekali mengembalikan dana talangan kepada Pemkot Bandung, namun telah digunakan untuk kepentingan terdakwa sendiri," kata Erwin.

Kepentingan tersebut, imbuh Erwin, digunakannya untuk modal usaha katering sebesar Rp 40 juta sesuai dengan bukti surat perjanjian kerjasama kedua belah pihak pada tanggal 1 Februari 2004.

Selain itu, sisa ruang bangunan yang tidak disewa oleh PKL oleh terdakwa dimanfaatkan untuk usaha billiar pada bulan Februari 2005. "Terdakwa diancam KUH Pidana pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi," kata Erwin.

Ancaman penjara pasal yang diterapkan adalah minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Kasus bermula dari relokasi PKL di 7 titik pada tahun 2004. Iwan sebagai Direktur CV Usaha Mandiri ditunjuk Pemerintah Kota Bandung melalui Kabag Ekonomi Kota Bandung Saat itu, Priana Wirasaputra, untuk melakukan relokasi PKL dengan kucuran dana talangan sebesar Rp 2,5 miliar sehubungan akan diadakannya KAA ke-50 di Bandung pada tahun 2005.

Dana tersebut rencananya dialokasikan untuk PKL yang akan menempati dua gedung yang sesuai ajuan dari CV Usaha Mandiri, yaitu gedung di Jalan Otista No 540 dan Gedung Eks Toko Ria di Jalan Baranang Siang No 8. Kedua tempat tersebut ditujukan untuk 1.673 PKL, namun pada kenyataanya hanya 400 PKL yang bersedia direlokasi.

Berdasarkan perjanjian dengan Pemkot Bandung, terdakwa berjanji akan mengembalikan dana talangan tersebut ke dalam dua tahap, yaitu pada Bulan April dan September 2005. Namun, pada kenyataanya kewajiban tersebut tidak dipenuhi terdakwa.

Selain Iwan, kejaksaan juga telah menetapkan Priana Wirasaputra yang kini menjabat Kadisparbud Kota Bandung sebagai tersangka. Namun hingga kini Priana belum juga ditahan. (ahy/ern/detikcom/RD)

Iklan

One comment

  1. […] Dana Relokasi PKL Dipake Katering dan Billiar […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: