Hari Jadi Kota Bandung ke 199

Peringatan Hari Jadi Kota Bandung ke 199 Apel1 Apel3

RAKYAT DEMOKRASI (RD) – Hari jadi kota Bandung ke 199 diperingati di Plaza Balaikota, Jalan Wastukancana 2 pada hari Selasa, 6 Oktober 2009. Upacara peringatan hari jadi kota Bandung dimulai dengan dikibarkannya bendera Merah putih.

Sebanyak 199 burung kutilang dan 3.000 balon gas warna hijau, kuning dan biru dilepaskan. Warna warni balon tersebut melambangkan bendera Kota Bandung. Warna biru bermakna kesetiaan, kuning (kesejahteraan, keluhungan) dan hijau (alam, lingkungan).

Dalam kesempatan itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan jaminan sosial selama 1 tahun anggaran atau Rp. 300.000,-/bulan kepada 260 orang warganya khususnya para penyandang cacat berat. Bantuan diserahkan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda yang mewakili Wali Kota Bandung, H Dada Rosada dalam upacara puncak peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-199, di Plaza Balaikota Jalan Wastukancana 2, Selasa 6/10/09).

Bantuan juga diberikan kepada 10.373 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) aktif sebagai uang kesejahteraan masing-masing Rp. 125.000,- 60 anggota Linmas yang telah lama mengabdi Rp. 1 juta/orang, uang duka bagi 17 akhli waris anggota Linmas yang telah meninggal masing-masing sebesar Rp. 2 juta.

Penyerahan lainnya, diantaranya bantuan pendidikan senilai Rp. 29,3 juta dari Koperasi Pegawai Kota bandung (KPKB) kepada 76 pelajar SD hingga SLTA anak anggota KPKB.

Penyerahan penghargaan tanda kehormatan Republik Indonesia dari Presiden "SBY" berupa Satyalancana Karya Satya kepada 32 PNSD Pemkot Bandung yang telah mengabdikan diri secara berturut-turut selama 10, 20 dan 30 tahun disertai sikap kedisiplinan, kejujuran dan loyalitas kepada negara dan bangsa.

Wali Kota Bandung, H Dada Rosada dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda menyatakan, moment 25 September sebagai hari bersejarah lahirnya Kota Bandung, merupakan modal semangat melaksanakan amanat 7 agenda prioritas menuju Bandung kota jasa yang Bermartabat. " Di usia 199 Tahun, Kota Bandung harus lebih menunjukan kematangan, arif dan bijaksana dalam mengemban berbagai fungsi kota, baik sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran, jasa perdagangan dan industri, pendidikan dan pariwisata,".

Tantangan kota Bandung ke depan dikatakannya tidak semakin ringan. Bandung ibarat gula tempat mengadu nasib para pendatang. Kota Bandung kini telah berpenduduk lebih dari 2,3 juta jiwa dan akan terus berkembang, diperkirakan menjadi 2,6 juta di Tahun 2013 bahkan 4 hingga 5 juta jiwa di Tahun 2025. Sementara ketersediaan prasarana sarana pendidikan, pengendalian pencemaran lingkungan, infrastruktur trasportasi, layanan air bersih serta pengembangan jasa dan perdagangan dituntut cakupan pelayanannya.

"Jika ini tidak diantisipasi dengan baik, dikhawatirkan mengganggu keseimbangan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan warga. Belum lagi persoalan pengentasan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan penganngguran," ungkapnya. (dbs/Rakyat Demokrasi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: