1.500 Relawan Nekad Serbu Malaysia

Demo Anti Malingsia

RAKYAT DEMOKRASI (RD)Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) mengganggap Malaysia sudah melewati batas toleransi hubungan antar negara, mulai dari banyaknya klaim wilayah, pulau maupun budaya. Untuk itu, sekitar 1.500 relawan yang tergabung dalam Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat) nekat akan berangkat ke Malaysia. Dewan Keamanan Nasional Malaysia pun telah menyiagakan keamanan di setiap perbatasan untuk menghadapi kedatangan mereka.

"Bendera pastikan pemberangkatan Relawan Ganyang Malaysia sesuai jadwal. Dengan atau tanpa izin [ilegal] pun kami akan berangkat ke Malaysia," kata Koordinator Bendera, Mustar Bona Ventura, di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2009.

Menurutnya, pemberangkatan relawan akan dilakukan secara bertahap melalui jalur masuk yang tidak pernah akan diduga oleh Malaysia. "Bisa melalui jalur udara, darat dan laut. Tapi tidak bisa kita jelaskan secara rinci," ujar Mustar.

Menurut jadwal, pemberangkatan pertama dilakukan pada tanggal 9 Oktober dengan 200 relawan. Mereka diperkirakan sampai di Malaysia pada 14 Oktober 2009. Disusul 125 relawan pada 11 Oktober, 125 relawan pada 15 Oktober, 600 relawan pada 17 dan 19 Oktober, 400 relawan pada 22 Oktober. Dan, pemberangkatan terakhir pada 25 Oktober, yaitu 50 tim medis.

Didukung 8.000 TKI

Selain itu, Bendera pun mengklaim bahwa aksi ini didukung oleh 8.000 TKI yang berada di Malaysia. "Tercatat 8.000 TKI yang siap bergabung dan mendukung gerilya yang dilakukan oleh relawan Bendera" ujar Mustar kepada wartawan.

Langkah ini menurutnya merupakan langkah untuk mempertahankan kedaulatan dan martabat bangsa. Dan juga untuk melindungi setiap warga negara Indonesia yang berada di Malaysia. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Sekretaris Nasional Central Bureau (NCB)-Indonesia, Brigjend Pol Haiba Rubis Nugroho mengatakan setiap hari, satu WNI meninggal di Malaysia. Dan dalam tiga tahun terakhir sekitar 1.421 WNI tewas di Malaysia karena penyiksaan dan pembunuhan.

Malaysia Perketat Perbatasan

Tentara Kerajaan Malaysia memperketat penjagaaan di seluruh pintu masuk perbatasan Kalimantan Barat menuju Serawak menyusul ancaman penyerbuan dari organisasi Indonesia.  Demikian laporan kantor berita Bernama, Kamis 8 Oktober 2009.

Komisaris Polisi Serawak Datuk Mohmad Salleh mengatakan Operasi Kekuatan Umum dengan kekuatan ganda mulai dilakukan hari ini. Operasi pengawasan itu khususnya dilakukan di pintu perbatasan Tebedu dan Serikin dan sejumlah perlintasan liar perbatasan Serawak-Kalimantan.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan adanya pergerakan dari kelompok Bendera masuk ke daerah Serawak,” kata Mohmad. Mohmad juga mengatakan polisi juga melakukan pengawasan di sejumlah jalan utama di kota-kota perbatasan. Pengawasan juga dilakukan di sejumlah pabrik dan perkebunan tempat banyak tenaga kerja Indonesia bekerja.

Dia mengatakan tim polisi dari intelejen telah menelusuri wilayah-wilayah itu tapi sampai sekarang belum menemukan adanya kejanggalan. Ia juga menuturkan belum ada laporan intimidasi ke warga Malaysia yang masuk ke wilayah Indonesia.

Konsulat Malaysia di Pontianak, M. Zairi M. Basri, menjelaskan situasi di kota Pontianak tenang-tenang saja dan tidak menunjukkan adanya aksi-aksi anti Malaysia. Ia juga memaparkan berdasar pengamatan di sejumlah terminal bus Pontianak, tempat mangkal bus dari Pontianak ke Kuching, Malaysia, tidak ada kegiatan menonjol.

“Situasi di sini aman dan tidak terlihat kegiatan mencurigakan menyusul kampanye Bendera meski kami tahu ada anggota Bendera yang tinggal di sini,” kata Zairi. Di Pontianak, terdapat 200 orang warga Malaysia yang bekerja sebagai pebisnis yang selama ini lalu-lalang antara Pontianak dan Malaysia.

(•VIVAnews/RD)

13 komentar

  1. wah wah ini aksi apa lagi
    atas nama apa ya?
    nasionalisme?…..?
    thanks infonya

    1. yang pasti aku mah ga ikutan…🙂

  2. aryanto · · Balas

    Ini sudah tentunya kerja bodoh dan gila….

  3. kami di malaysia amat sedih adanya segelintir rakyat disana yang bagaikan sudah lupa akan hubungan baik yang terjalin antara dua negara satu nusantara ini yang telah sekian lama begitu erat dan kini cuba dipecah belahkan cuma kerana perselisihan yang kecil sahaja. sedangkan lidah sendiri lagi tergigit… kemana hilangnya hubungan antara adik dan abang pada diri mereka.

    1. Campuran darah yang mengalir dalam badan 5 orang anak saya, dari tanah GARUT juga

  4. Pak budibahasa · · Balas

    Bah pepatah melayu:

    “Tak ada kerja lainkah kau orang”

    Kalau pihak media dan bendera dari indonesia ingin meneliti setiap keburukan negara malaysia…. pasti tiada hujungnya…

    Kalau pihak malaysia ingin meneliti keburukan negara indonesia pasti banyak juga….

    Kalau malaysia mencuri dan merompak kebudayaan, tarian, mendera warga indonesia. Warganegara indonesia pula mencuri, merompak dan membunuh warga negara malaysia di malaysia sendiri. Kes pencurian, rompakan dan pembunuhan hampir 30% dilakukan pendatang tanpa izin indonesia.

    Adakah ini bermakna semua warga indonesia pembunuh, perompak dan pencuri. TIDAK!!

    Adakah ini bermakna warganegara malaysia semuanya mendera, pencuri dan perompak budaya. TIDAK!!

    Kita semua manusia ada yang jahat ada yang baik dan paling penting SEMUANYA MEMBUAT KESILAPAN…

  5. Shariff Fudin · · Balas

    Sedih anak2 muda indo membuang masa di blog yang mencerca nista keturunan mereka sendiri. Berbuat begitu kerana tidak mempunyai pekerjaan untuk memajukan diri.

    Sedih anak2 muda indo melarang keturunan mereka sendiri mempraktikkan budaya yang diwarisi bila berhijrah ke malaysia.

    Sedih bila aparat imigrasi bandara padang meminta uang rp100 ribu (pungli) bagi pelajar yang mau pulang ke malaysia pasca gempa padang.

    Sedih meliat (melihat) pesakit2 tenat dan hampir mati (spt. ibu hamil dan lain-lain) tidak dibenarkan untuk dirawat di rumah sakit di indo, kerana dimestikan membayar uang dahulu. (Gratis di malaysia, dunk!)

    Sedih melihat anak2 muda muda berbadan kekar menjadi pengamen atawa penodong aqua dan permin hexos di persimpangan jalanraya2 jakarta.

    Sedih naib2 (semacam kadi kalau di mesia) sengaja mempersulit lelaki luar indo untuk berkahwin dengan minah indo. Sebenarnya, semua pegawai negeri indo sengaja mempersulit segala hal, dan mereka lagi lebih gemar mempersulit rakyat mereka sendiri. Sedih saking! bila tengok rakyat mereka sendiri di “cekik” oleh aparat (semacam keparatlah) pemerintah indo.

    Sedih melihat mangsa atau korban malapetaka di indo berebut-rebut semasa menerima bantuan. Malu, mereka ini tidak berdisiplin langsung, tidak sabar dan tidak pandai que (antrean). Pakai rampas shaja kalau dan ramai.

    Sedih ribuan anak2 muda indo yang terpelajar hanya berupaya bekerja di warnet (warung internetlah tu) yang mendapat upah sekitar 4 atau 5 ratusribuan (tak sampai rm300) dan mereka inilah yang bertanggungjawab merenggangkan malaysia dan indonesia. Bagimana tuan punya blog?

    Sedih anak2 indo sedikit pun tidak merasa bangga bahawa budaya mereka diamalkan oleh keturunan mereka di malaysia, malah melarang pula saudara mereka mempraktikkannya.

    Pulau pandan jauh ke tengah
    Gunung daik bercabang tiga
    Hancur badan dikandung tanah
    Budi baik dikenang juga.

    Harus diingat pantun di atas adalah dalam bahasa melayu, berasal dari bahasa melayu riau. Dan orang melayu termasuk melayu riau tidak suka bahasa mereka dicincang-cincang seperti yang dilakukan oleh indonesia. Polda, hansip, dansek, pemilu dan ribuan perkataan lain yang menghancurkan bahasa melayu. Kami lebih rela menyebut polisi daerah daripada menyenut “polda”. Rosak pisan!

    Kenapa harus beda antara doktor dengan dokter?

    Kepada aparat2 dan calo2 di pintu masuk ke indo, tolonglah jangan dikuras abis abisan TKI yang pulang.

    Kepada calon TKI, kenali dahulu majikan kamu, dan bahawasanya kami dari keturunan nusantara tidak pernah dan tidak tergamak (tega) sama sekali untuk menganiaya TKI/TKW dan kami mempunyai undang-undang yang lengkap dan mantap untuk menangani sebarang masalah.

    Ramai antara kami yang mati dibunuh semasa dirampok oleh pendatang2 indo dan ada wanita kami yang dirogol dan disembelih, juga ada yang di bawa lari ke tanah gersang lombok atau madura. Tetapi kami tidak ambil pusing (bukan tidak prihatin) dan tidak membuat demonstrasi atau menyediakan posko “ganyang indo”.

    Itu bukan budaya kami dan kami ada undang-undang untuk menyelesaikan itu semua. Dan kami harus bangun pagi esok untuk keluar mencari rezeki untuk memajukan negara dan bangsa. Tiada polemik bagi kami.

    Hatur Nuhun mang.

    1. Janganlah Pantun yang di atas orang indon ubah menjadi:

      PULAU PANDAN JAUH KETENGAN
      GUNUNG DAIK BERCABANG TIGA
      HANCUR BADAN DITELAN TANAH
      BUDI BAIK DI TIADA HARGA

  6. Saya pikir saatnya kita sama-sama berpikir jernih dan lebih mendalam dalam menyikapi konflik ini..jangan saling terbawa emosi dengan artikel dan komentar-komentar yang ada dalam berbagai media,forum,dan blog..satu hal yang pasti : ADA YANG DIUNTUNGKAN DARI PERTIKAIAN INDONESIA-MALAYSIA..jadi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk lebih memahami kasus ini lebih jernih!!!

    SEDIKIT OPINI YANG MUNGKIN BISA KITA RENUNGKAN SEJENAK DALAM MENYIKAPI KASUS INI..
    Pihak Ketiga dalam Konflik Indonesia Malaysia

    1. zainalhvp · · Balas

      Coba ingat dan pertimbangkan keluarga kita yang mencari rezeki halal di Malaysia. Adakah anda dari BENDERA udah sedia supply makanan andai berlakunya kekacauan

  7. zainalhvp · · Balas

    ASALAMMUALAIKUM WRT MUSTAR (BENDERA). Andai anda jawab SALAM ini, lebih baik anda hentikan bermimpi waktu siang. Andai SALAM ini anda tidak jawab lanjutkan saja ganyang Malaysia . . . . anda adalah mahluk yang tidak mempunyai FIKIRAN YANG WARAS. Anda ingat ANDA SEORANG SAJA YANG KEBAL DAN TIDAK AKAN MATI. Nyawa anda hanya ada 25,000 hari itu pun kalau ALLAH SWT ijinkan anda sampai di situ.

  8. makanya jangan cari gara2 orang Indonesia itu kalau sudah marah mengerikan, apalagi Tentaranya, apa orang2 malaysia mau di mutilasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: