GMNI : "Selamatkan Ibu Pertiwi:

GMNI-03 GMNI-01 GMNI-02

BANDUNG | RAKYAT DEMOKRASI – "Selamatkan Ibu Pertiwi", itulah tema yang diangkat oleh mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada aksi damai yang berlangsung di trotoar sepanjang jalan Ir. H. Juanda tepatnya di persimpangan Jl. Cikapayang, kota Bandung.

Kurang lebih puluhan aktivis dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berkumpul pada malam hari sekitar pukul 7.30 WIB memperingati hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember. Selain menyuarakan ketidakadilan terhadap kaum Ibu mereka juga menggelar aksi teatrikal yang mengangkat keluh kesah dan peran seorang Ibu di tengah maraknya ketidakadilan.

Dalam suasana dinginnya malam kota Bandung, masing-masing peserta aksi duduk melingkar menyalakan lilin sebagai simbol turut berduka atas sejumlah permasalahan yang menimpa negeri ini. Secara bergiliran mereka berorasi menyuarakan penderitaan Ibu Pertiwi yang sekarang tengah berduka.

Adzari, salah seorang peserta aksi dalam orasinya berteriak lantang menyoroti kasus-kasus yang telah menimpa kaum Ibu mulai dari kasus Prita yang sekarang lagi hangat, kasus Marsinah, seorang aktivis dan buruh pabrik yang diculik kemudian ditemukan terbunuh setelah menghilang selama tiga hari, sampai kasus pencurian yang terjadi pada nenek Minah yang dikenakan gugatan hukum karena hanya mencuri 3 buah coklat.

Wilman, wakil dari aktivis GMNI dalam keterangannya kepada tim ‘Rakyat Demokrasi’ mengungkapkan tentang hak-hak kaum wanita di negeri ini yang belum bebas dalam menyuarakan pendapatnya. Banyaknya kasus perdagangan wanita yang lolos dari mata hukum, dan kondisi bangsa ini yang carut marut. Dengan aksi ini Wilman juga berharap Ibu Pertiwi tidak lagi berlinang air mata dan para pemimpin negeri ini mendengar kebenaran yang disuarakan rakyatnya.

Lalu, kepada siapa ibu akan mengadu? Kepada siapa Ibu akan bersandar? Kepada siapa Ibu pertiwi akan berharap bahwa masa depannya akan lebih baik. Siapa lagi kalau bukan kita, warga negara, kita yang seharusnya peduli nasib Ibu Pertiwi, kita yang siap mendengarkan keluhan sang Ibu. Dan kita yang siap berteriak dan bertindak untuk "Selamatkan Ibu Pertiwi !!!" (s.whn/adimyadi)

3 komentar

  1. widi cakrawan · · Balas

    nuansa baru utk organ gerakan…
    salute for gmni!!!

    1. salute 4 u 2 4 ur comment🙂

  2. Jgn menyerang orang karena iri dengki agar relasi dan rejeki terus bersemi dalam hidup ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: