Bawaku Makmur Belum Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Bawaku Makmur 

RAKYAT DEMOKRASI – Program bantuan peningkatan rakyat dalam bentuk bantuan wali kota khusus kemakmuran Bawaku Makmur,  merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan. Mayoritas (65 %) responden menyatakan, saat ini bantuan belum dapat meningkatkan pendapatan nyata, baik sebelum maupun sesudah mendapat bantuan, dan 35% menyatakan sedikit ada peningkatan walau belum sepenuhnya.

“Karena masih merupakan program rintisan, program bawaku makmur secara spesifik, belum dapat memberikan dampak yang signifikan Program ini baru bisa dilihat hasilnya, dalam jangka panjang.” kata Dwi Purnomo dari Lembaga Pengabdian masyarakat (LPM) Unpad dalam eksposnya, mengevaluasi kebijakan Pemerintah Kota Bandung, Bawaku Makmur di ruang serbagunaa Gedung Koperasi Pegawai Kota Bandung (KPKB) Jalan Wastukancana Bandung, Jumat (9/01/09). Dihadiri Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda SH.

“Untuk dinyatakan Bawaku Makmur berhasil, dan program ini dapat meningkatan pendapatan masyarakat,  waktu 1 tahun bukanlah waktu yang tepat untuk mengukur keberhasilan. Perlu waktu yang cukup panjang. Kami menilai Bawaku makmur adalah program jangka panjang, jadi efeknya akan terlihat dalam jangka waktu yang panjang,” imbuhnya.

Nilai minimum untuk melakukan rintisan usaha, dikatakan Dwi, dibutuhkan Rp. 730.000,-. Sehinga Bawaku Makmur disarankan, sebaiknya memenuhi kebutuhan  minimum rintisan usaha mikro. Karena jika hanya mendapatkan Rp. 500.000,- mereka hanya mendapatkan modal awal, sedangkan modal operasional usahanya tidak terpenuhi.

Secara umum, verifikasi lapangan menunjukan, target upaya pengembangan kewirausahaan, bisa diterima khalayak, tepat sasaran, tidak ada pemotongan kecuali pemberian pengganti uang melalui proses administrasi yang sudah dilakukan, sudah memenuhi ketentuan dan persyaratan peraturan perundang-undangan. Namun disisi lain, LPM Unpad juga menyebutkan, kegiatan monitoring, eavaluasi dan pelaporan oleh tim, belum berjalan baik. Mayoritas (95%) penerima manfaat menyatakan tidak pernah dikunjungi, kecuali 3 bulan pertama. Sementara bagi penerima manfaat, karena tidak ada sanksi, tidak merasa memiliki kewajiban melaporkan kegiatan usahanya secara periodic.

LPM Unpad merekomendasikan, bantuan hibah dalam jangka panjang, disarankan bertahap dikurangi dan lebih selektif. Bahkan diganti dengan kegiatan yang sifatnya membangun kreatifitas, sinergitas, kemitraan, dan penciptaan lapangan pekerjaan yang partisipatif, sehingga aspek cognitis dan pshyco motorik masyarakat dibidang ekonomi akan lebih meningkat.

Program bantuan peningkatan kemakmuran, dikatakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Bandung, H Taufik Rachman, dimaksudkan, untuk menggerakkan sector riil berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan usha mikro kecil menengah (UMKM), juga mendorong jiwa wira usa bagi yang ingin melakukan rintisan usaha.

Sejak digulirkan di awal Januari 2007, dari 56.693 proposal dengan nilai ajuan Rp. 225.475.556.000,–, Bagian Ekonomi menyatakan, lolos verifikasi dan layak difasilitasi sebanyak 51.019 proposal dengan nilai rekomendasi Rp. 36.519.887.000,-. Proses pencairanya dibagi 4 tahap yang derealisaikan  dalam 2 Tahun Anggaran  (TA). Tahun 2007 sebanyak 23.467 proposal telah dievaluasi. Sedangkan untuk Tahun 2008 sebanyak 27.552 proposal senilai Rp. 12.129.887.000,- akan dievaluasi pada TA 2009.

Untuk keberlanjutan program sekaligus langkah antisipasi dampak krisis financial global yang terjadi diakhir  Tahun 2008, Kabag Ekonomi, Drs H Ema Sumarna mengatakan, di APBD Tahun 2009 akan dilaksanakan program Bawaku makmur lanjutan. SKPD nya telah  mengusulkan alokasi dana Rp. 10 milyar. Namun dengan adanya kebijakan target 20 % anggaran pendidikan di APBD, pihaknya sangat memahami, jika nantinya hanya disetujui sebagian. 

Program Bawaku Makmur di Indonesia,  demiikian ditambahkan Ayi Vivananda, Kota Bandung kemungkinan baru yang pertama. Menurutnya ini luar niasa, belum terdengar ada pemerintah kabupaten/kota di Indonesia, memberi hibah modal usaha bagi warganya yang ekonomi lemah, yang selama ini menurutnya, sulit mendapat akses kredit dan kepercayaan Bank.

Saya ingatkan camat, lurah beserta jajarannya,  bantuan ini jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak berhak. Termasuk dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab, memanfaatkan kesempatan, menolong dari ketidak mampuan membuat proposal dengan minta imbalan. Mengeruk keuntungan dari banyak orang sehingga menerima lebih dari pada penerima manfaat. Ini jangan sampai terjadi. Jadilah fasilitator dan pelayan masyarakat yang baik,” tandasnya. (disinkom/RDOnline)

One comment

  1. Bawaku Makmur 2010 sudah ditunggu pisan, kapan diberikan…. formulirnya sudah ada di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: