Atas Nama Demokrasi, TOLAK UJIAN NASIONAL

Atas Nama Demokrasi :Tolak Ujian Nasional dan Kembalikan Penentuan Kelulusan Pelajar Kepada Guru Dan Sekolah

oleh : Merphin Panjaitan
Dosen tetap Fakultas Ekonomi Sosial dan Politik Universitas Kristen Indonesia

RAKYAT DEMOKRASI – Di awal masa kerja kabinet baru ini, kita perlu evaluasi program pemerintah yang baru berlalu, untuk melanjutkan program yang tepat dan mengoreksi yang tidak tepat, sehingga perjalanan bangsa selalu berada pada arah yang tepat. Saya mengamati, selama lima tahun ini pemerintahan pusat dan daerah tidak fokus dalam penyelenggaraan negara. Seharusnya negara mengfokuskan programnya, misalnya dalam perluasan lapangan kerja dan pemberdayaan kaum miskin, pelestarian lingkungan hidup, pembangunan infrastuktur dan pemantapan demokrasi dan pemberantasan korupsi.

Tetapi yang terjadi, negara justru sering mengambil alih fungsi masyarakat, seperti pelaksanaan Ujian Nasional. Pelaksanaan Ujian Nasional yang digunakan untuk menentukan kelulusan pelajar SD, SLTP dan SLTA menimbulkan banyak protes dari berbagai kalangan masyarakat…  Tulisan ini akan mengkaji Ujian Nasional ini dari perspektif demokrasi.

• Selengkapnya download tulisan Atas Nama Demokrasi, Tolak Ujian Nasional versi pdf


Daftar Pustaka

  • Dahl, Robert A, 2001, Perihal Demokrasi, Jakarta, Penerbit Yayasan Obor Indonesia
  • Frans Magnis Suseno, 1991, Etika Politik, Jakarta, Penerbit PT Gramedia.
  • John Locke, 2002, Kuasa itu Milik Rakyat, Yogjakarta, Penerbit Kanisius.
  • Merphin Panjaitan, 2001, Gerakan Warganegara Menuju Demokrasi, Jakarta, Penerbit Restu Agung.
  • Mochtar Lubis, 1994, Demokrasi Klasik dan Modern, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, 1948.
  • Huntington, Samuel P., 1995, Gelombang Demokratisasi Ketiga, Jakarta, Penertbit PT Pustaka Utama Grafiti.
  • Republik IndonesiaUndang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • David Beetham & Kevin Boyle, 2000, Demokrasi 80 Tanya Jawab, Yogjakarta, Penerbit Kanisius.
  • Mohtar Mas’oed, 1994, Negara Kapital dan Demokrasi, Yogjakarta, Penerbit Pustaka Pelajar.
Iklan

3 komentar

  1. Bingung ah…gak ikut2…yg penting merdeka!!!

    1. Bingung ya kang… hehe, makasih kunjungannya

  2. aku gak setuju bro..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: