Jutaan Perempuan Indonesia Berisiko HIV/AIDS

HIV AIDS Poster

Perempuan di Indonesia yang beresiko terinfeksi HIV/AIDS diperkirakan jutaan jumlahnya. Pasalnya, para wanita tersebut menjadi bagian atau pasangan dari populasi berisiko tinggi yang belum terjangkau program pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS.

“Kerisauan saya adalah meningkatnya feminisme dari epidemik HIV/AIDS.  Mereka sebagai pasangan dari populasi ini belum terjangkau,” ujar Nafsiah Mboi, Sekretaris KPAN dalam Sarasehan bertajuk ‘Selamatkan Perempuan dan Bayi dari Infeksi HIV’ yang digelar Yayasan Pelita Ilmu di Jakarta beberapa waktu lalu.

KPAN mengestimasikan ada sekitar 6 juta orang dari populasi berisiko yang belum terjangkau. Dari jumlah populasi berisiko tersebut, laki-laki yang membeli seks diperkirakan lebih dari 3 juta orang, sementara istri atau pasangannya 1,5 juta orang.

Kelompok lain yang belum terjangkau program pencegahan adalah pengguna narkoba sekitar 200 ribu orang, istri atau pasangan tetapnya mencapai 100 ribu, dan wanita penjual jasa seksual (WPS) 200 ribu jiwa. Lalu, lelaki yang berhubungan intim dengan lelaki (MSM/LSL) jumlahnya 700 ribu orang. Sebanyak 350 ribu di antaranya memiliki istri atau pasangan tetap. Karenanya, ada jutaan wanita di tanah air yang sangat rentan tertular HIV/AIDS dari pasangannya.

Dari jumlah tersebut di atas, jika dikaitkan dengan pencapaian 80% universal access, jelas masih banyak yang belum terjangkau. Sebagai gambaran, pada rencana dan strategi nasional (renstra) pencegahan HIV/AIDS 2,5 tahun sebelumnya (sejak 2007), WPS baru terjangkau 51% dari target 80%, narkoba suntik 29%, MSM/LSL 9%, Pengobatan 46%, dan Mitigasi 2%. “Jadi, itu jumlahnya masih kecil sekali,” kata Nafsiah.

Karenanya, pada renstra dan aksi nasional 2010-2014 berbeda dengan 2007-2010. Fokusnya adalah Pencegahan, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan, Mitigasi Dampak, dan Lingkungan Kondusif dalam arti peraturan perundangan, intervensi struktural dan lain-lain. Selain itu juga ada fokus geografis di provinsi yang paling rawan. Kalau pada renstra terdahulu fokus geografisnya mencapai 12 provinsi, maka pada tahun 2010 ini akan ditambah 11 provinsi, lalu ditambah 10 provinsi baru pada tahun 2011. Sehingga, total yang tercover dari rencana strategi dan aksi nasional hingga 2014 ada 33 provinsi.

Dalam renstra 2010-2014 yang didukung dana Global Fund (GF) ronde 8-9, disebutkan, untuk pencegahan penularan melalui alat suntik, akan ada 411 titik layanan alat suntik steril hingga 2014. “Memang, diharapkan sekitar 70% bisa terjangkau. Untuk terapi metadon ditingkatkan, sehingga pada 2014 sudah ada 131 PTRM (Program Terapi Rumatan Methadon) di 33 provinsi, baik di Lapas, Puskesmas maupun di Rumah Sakit,” kata Nafsiah.

Untuk penularan seksual, karena kampanye kondom 100% dinilai gagal pada aksi sebelumnya, maka yang akan dilakukan KPAN hingga 2014 adalah meningkatkan intrevensi struktural lokalisasi–lokalisasi di 33 provinsi. Sehingga, pada tahun 2014 akan ada 82 lokalisasi yang dintervensi secara struktural.

Jumlah lokalisasi tersebut, kata Nafsiah, tidak banyak. Sebab sudah banyak lokalisasi yang dibubarkan.  Menurut Nafsiah, intervensi struktural bisa saja mengalami kegagalan jika dalam kurun waktu 5 tahun ke depan ada lokalisasi yang dibubarkan lagi. “Dampaknya, pelacuran akan masuk ke dalam lingkungan keluarga atau masyarakat, maka intervensi ini tidak akan berhasil,” tandasnya.

Sementara, jumlah WPS  yang mengakses program komprehensif, termasuk  periodic presumptive treatment (PPT) atau pengobatan berdasarkan prakiraan secara periodik terhadap penderita penyakit infeksi menular seksual (IMS) diperkirakan jumlah 54.130 orang.  “Jadi, selama masih ada pembubaran-pembubaran lokalisasi-lokalisasi, kita tidak bisa melaksanakan intervensi tersebut,” ujarnya lagi. (ray/satudunia/RD)

3 komentar

  1. weeww..bahaya jg ya.. mending kita cegah aja tuh sebelum byk korban..😉

  2. Peringatan keras itu bwt para lelaki pelanggan free sex. AIDS menanti dengan setia. Menunggu kesempatan masuk ke tubuh.
    Belum lagi AIDS yang menyebar di dalam hati.

    Ada Iblis Dalam (free) Sex.

    1. wah singkatannya bagus ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: