Bagaimana Sebenarnya Guru Masa Depan?

Future Teacher

RAKYAT DEMOKRASI – Masyarakat dan bangsa kita, sangat membutuhkan para guru yang mampu mengangkat citra pendidikan. Sedangkan pendidikan kita terkesan sudah carut-marut, seperti benang kusut. Sehingga kapan dan siapa yang memulainya, dan dari mana harus dimulai?

Kalaulah kita masing-masing menyadari, dan kalaulah kita mau berbagi rasa, dan kalaulah mau kita tenggang rasa, maka pendidikan kita seperti disebut di atas, akan dapat dianulir. Oleh karena itu, kita memiliki satu persepsi, satu langkah dan satu tujuan bagaimana kita berusaha mengangkat batang terendam tersebut, menjadi pendidikan bermutu dan tentunya diharapkan mampu untuk mengangkat citra pendidikan kita.

Satu hal yang akan menjadi titik perhatian kita, adalah “bagaimana merancang guru masa depan”. Guru masa depan, adalah guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan bagaimana dapat menciptakan hasil pembelajaran secara optimal, selanjutnya memiliki kepekaan di dalam membaca tanda-tanda zaman, serta memiliki wawasan intelektual dan berpikiran maju, tidak pernah merasa puas dengan ilmu yang ada padanya.

Bagaimana sebenarnya guru masa depan seperti yang diidamkan banyak pihak? Diantaranya adalah : Planner, artinya guru memiliki program kerja pribadi yang jelas, program kerja tersebut tidak hanya berupa program rutin, misalnya menyiapkan seperangkat dokumen pembelajaran seperti Program Semester, Satuan Pelajaran, LKS dsb. Namun, guru  harus merencanakan bagaimana setiap pembelajaran yang dilakukan berhasil maksimal, dan tentunya apa dan bagaimana rencana yang dilakukan, dan sudah terprogram secara baik.

Innovator, artinya memiliki kemampuan untuk melakukan pembaharuan dan pembaharuan dimaksud berkenaan dengan pola pembelajaran, sistem dan alat evaluasi, serta nurturing effect lainnya. Secara individu maupun bersama-sama mampu untuk merubah pola lama, yang selama ini belum memberikan hasil maksimal, dengan merubah kepada pola baru pembelajaran, maka akan berdampak kepada hasil yang lebih maksimal.

Motivator, artinya guru masa depan mampu memiliki motivasi untuk terus belajar dan belajar, dan tentunya juga akan memberikan motivasi kepada anak didik untuk belajar dan belajar sebagaimana dicontohkan oleh gurunya.

Capable personality, maksudnya guru diharapkan memiliki pengetahuan, kecakapan dan keterampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai, sehingga mampu mengelola proses pembelajaran secara efektif.

Developer, artinya guru mau untuk mengembangkan diri, dan tentunya mau pula menularkan kemampuan dan keterampilan kepada anak didiknya dan untuk semua orang. Guru masa depan harus haus akan menimba keterampilan, dan bersikap peka terhadap perkembangan Iptek, misalnya mampu dan terampil mendayagunakan komputer, internet, dan berbagai model pembelajaran multimedia lainnya.

Jadi, guru masa depan adalah guru bertindak sebagai fasilitator, pelindung, pembimbing dan punya figur yang baik (disiplin, loyal, bertanggungjawab, kreatif, melayani sesuai dengan visi, misi yang diinginkan sekolah). Termotivasi menyediakan pengalaman belajar bermakna untuk mengalami perubahan belajar berdasarkan keterampilan yang dimiliki siswa dengan berfokus menjadikan  kelas yang kondusif secara intelektual fisik dan sosial untuk belajar. Menguasai materi, kelas, dan berteknologi, punya sikap berciri khas “The Habits for Highly Effective People” dan “Quantum Teaching” serta pendekatan humanis terhadap siswa : Guru menguasai komputer, bahasa, dan psikologi mengajar untuk diterapkan di kelas secara proporsional. Diberlakukan skema rewards dan  penegakan disiplin yang humanis terhadap sesama guru dan pegawai administrasi.

Guru masa depan juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan para siswanya, melalui pemahaman, keaktifan, pembelajaran sesuai kemajuan zaman dengan mengembangkan keterampilan hidup, agar siswa memiliki sikap kemandirian, perilaku adaptif, kooperatif, kompetitif dalam menghadapi tantangan, tuntutan kehidupan sehari-hari. Secara efektif menunjukkan motivasi, percaya diri serta mampu mandiri dan dapat bekerja sama. Selain itu, guru masa depan juga dapat menumbuhkembangkan sikap disiplin, bertanggungjawab, dan memiliki etika moral, dan memiliki sikap kepedulian yang tinggi, dan memupuk kemampuan otodidak anak didik, memberikan reward atau pun apresiasi terhadap siswa agar mereka bangga akan sekolahnya, dan terdidik  juga untuk mau menghargai orang lain, baik pendapat maupun prestasinya. Kerendahan hati juga perlu dipupuk, agar tidak terlalu over motivated, sehingga menjadi congkak. Diberikan pelatihan berpikir kritis, dan strategi belajar dengan manajemen waktu yang  sesuai, serta pelatihan cara mengendalikan emosi, agar IQ, EQ dan kedewasaan sosial siswa berimbang.

Selain itu, guru masa depan juga harus memiliki keterampilan dasar pembelajaran, kualifikasi keilmuannya juga optimal, performance di dalam kelas maupun luar kelas tidak diragukan. Tentunya sebagai guru masa depan bangga dengan profesinya, dan akan tetap  setia menjunjung tinggi kode etik profesinya. Oleh karena itu, untuk menjadi guru masa depan diperlukan kualifikasi khusus, dan barangkali tidak akan terlepas dari relung hati dan sanubarinya, bahwa mereka memilih profesi guru sebagai pilihan utama dan pertama. Weternink, memberikan dengan istilah panggilan hati nurani. Inilah yang merupakan dasar bagi seseorang guru untuk menyebutkan dirinya sebagai “Guru Masa Depan”. (ersum/RD)**

Iklan

One comment

  1. saya meninjau ke bagian inovator nya.

    Guru harus memahami 8 intelegensi dasar manusia, 3 gaya belajar, dan memanfaatkan semuanya dalam mengajar.

    Termasuk media-medai pembantu seperti proyektor, powerpoint, dll.

    Jadi, bagaimana kemampuan guru untuk membuat belajar itu menyenangkan, dan bisa membuat pengajarannya mudah dimengerti murid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: