QUANTUM TEACHING, Pembelajaran yang Menyenangkan

Oleh : Dedi Suherman

Bila kita mencoba melakukan penelitian atau survey ke setiap sekolah,  terutama pada jenjang pendidikan dasar, menengah bahkan mungkin di jenjang pendidikan tinggi, dan secara kebetulan lonceng sekolah berbunyi, maka akan terucapkan kata “uuuhhhhh” dari para anak didik kita.

belajar

Ketika loceng tanda masuk kelas berbunyi, umumnya para peserta didik mengucapkan kata “Uuuh!”, sambil berbondong masuk kelas dengan wajah kurang gairah. Ini menandakan mereka kurang semangat untuk belajar.

Sebaliknya bila terdengar bunyi loceng tanda istirahat atau pulang, hampir seluruh peserta didik mengucapkan kata “Asyiiik!” atau “Horeee!”, pertanda mereka gembira alias senang karena akan segera keluar dari ruangan kelas. Bila memang demikian adanya yang terjadi di setiap sekolah, hal ini merupakan indikasi,  kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tidak begitu menyenangkan alias membosankan peserta didik. Sikap mereka ketika berada di dalam kelas bagaikan sikap para nara pidana di dalam penjara. Masuk ogah keluar gairah.

Pada peristiwa lain di dalam aktifitas remaja/pemuda yang nota bene,  para pelajar dan mahasiswa, bila mereka pergi menonton suatu pertunjukan artis dan grup band terkenal, atau ketika mereka pergi menyaksikan pertandingan sepakbola kesebelasan kesayangannya, mereka masuk ke tempat pertunjukkan atau ke stadion sepak bola dengan antusias penuh gairah. Mereka rela berdesak-desakan,   berebut ingin segera masuk. Ketika acara selesai seolah-olah mereka enggan meninggalkan tempat pertunjukkan atau pertandingan. Hal ini menunjukkan,  mereka merasa enjoy/ happiness.

Bila demikian halnya, guru merupakan pemeran  utama yang harus menjadi daya tarik peserta didik, untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan penuh gairah dan antusias. Banyak teori yang dikemukan oleh para pakar atau praktisi pendidikan yang membahas metode pembelajaran yang menyenangkan.

Salah satu metode mutakhir tentang pembelajaran yang menyenangkan adalah Quantum Teaching. Metode Quantum Teaching berawal dari sebuah upaya Dr. George Lozanov,  seorang pendidik asal Bulgaria yang melakukan eksperimen dengan sugestologi yang pada prinsipnya menyatakan, sugesti dapat mempengaruhi hasil belajar.

Dalam perkembangan selanjutnya, Bobbi DePorter murid Lazanov mengembangkan teori Quatum Teaching, dengan mengadopsi teori-teori lainnya seperti teori sugesti, teori otak kanan dan otak kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, audiotorial dan kinestetik) serta teori pendidikan holistic.

Namun penulis berasumsi, gairah tidaknya peserta didik mengikuti KBM di dalam kelas sangat dipengaruhi oleh kondisi mental, emosional serta psikologis pendidik. Bila kondisi psikis dan mental pendidik dalam keadaan gairah, senang dan penuh semangat untuk mengajar, maka akan berpengaruh besar membangkitkan semangat dan gairah belajar peserta didik.

Kondisi psikis pendidik an akan  senang, bila keadaan ekonominya tidak terlilit utang, penampilan pendidik di hadapan peserta didik tidak akan terlihat murung bila pikirannya tidak bingung.  Penampilan pendidik akan selalu menarik, sehingga menimbulkan simpatik peserta didik jika jiwanya tidak panik. Tapi bila pendidik pikirannya bingung niscaya penampilannya akan murung, bila pendidik banyak utang sulit tampil dihadapan peserta didik dengan menyenangkan. Bahkan mungkin dihadapan mereka akan bersikap uring-uringan. Bila perasaan hati pendidik sedang susah memikirkan utangnya, sulit untuk mengajar penuh gairah. Bahkan  mungkin akan sering memarahi peserta didik yang dianggap salah.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, bagi pendidik dan keluarganya harus mampu menahan diri agar tidak terjebak oleh sikap mental konsumtif, materialistis dan hedonis. Sebab, bila sikap tersebut telah merasuk pada diri seseorang, berapapun penghasilannya sulit untuk memenuhi keinginannya. Artinya,  akan selalu kurang dan kurang terus.

Bagaimanapun teori Quantum Teaching atau metode Pakem (Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dikuasai oleh guru, namun  apabila kondisi psikis, mental dan emosional guru dipenuhi berbagai macam masalah, dirundung bingung, dililit utang yang menjepit mengajar tak akan bergairah. Sulit kiranya guru tersebut menciptakan suasana KBM yang menyenangkan.

Penulis adalah Guru SDN I Jati Kec. Batujajar Kab. Bandung Barat

5 komentar

  1. Quantum Teaching ini yang memakai teknik menghafal otak kanan kan?

    Saya pernah ikut kursusnya di Megabrain Technics, sayangnya tidak tuntas sih. Tapi lumayan, saya tahu beberapa metode untuk menghafal cepat memakai otak kanan.

  2. apa kabar bos
    blognya makin mantab bos, penuh inspirasi

    1. alhamdulillah bang…😉

  3. apa pun metode yang digunakan tidak akan berhasil maksimal jika tidak memperhatikan intuisi dan karakter anak didik.
    guru sebagai perantara, bukan pembentuk karakter anak.
    yang jadi PR besar bagi para “pahlawan tanpa tanda jasa” adalah :
    bagaimana menjadi guru yang bermata guru, bermulut guru, bertangan guru, berkaki guru, bermuka guru.
    dan bagaimana dengan karakter guru itu?
    jawabannya ada pada anak didiknya sendiri.
    karena setiap sekolah, bahkan setiap individu siswa berbeda-beda.

  4. anak mengucapkan uuuuh saat bel berbunyi ditempat saya juga sama gimana langkah yang baik mengatasi. aku seorang guru TIK disebuah sekolah SMP di pinggirana tolong dong berikan contoh judul PTK bagiku makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: