Mantan Direktur Utama Bank Jabar Divonis 7 Tahun Penjara

Umar Syarifuddin, Mantan Direktur Utama Bank Jabar

RD – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis pidana selama tujuh tahun penjara kepada Umar Sjarifuddin, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Bank Jabar. Vonis tersebut dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang diketuai Hendri Agusten, di Pengadilan Tipikor (Pengadilan Tindak Pidana Korupsi).

Petinggi Bank Jabar lainnya yang juga terlibat adalah Direktur Pemasaran Uce Karna Suganda dan Abas Suhari Somantri yang memungut biaya sepanjang 2002-2005. Setoran dana berkisar Rp150 juta sampai Rp1 miliar. Uang yang terkumpul tersebut sebanyak Rp20,922 miliar masuk ke kantong pribadi Umar. Sisanya, disebar ke Uce Karna Suganda Rp7,1 miliar, Abas Suhari Somantri Rp5,4 miliar, mantan Gubernur Jabar Dany Setiawan Rp7 miliar. "Uang itu diberikan untuk dana operasional direksi yang kesemuanya tidak mempunyai bukti-bukti dan tanpa pertanggungjawaban," ujar jaksa Rudi Margono, anggota Tim Penuntut Umum lainnya.

Menurut majelis hakim, Umar terbukti memperkaya diri sendiri maupun orang lain melalui penambahan modal dari setoran dana kantor cabang Bank Jabar Banten. "Terdakwa telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Hendri. Selain vonis pidana, majelis hakim juga memerintahkan Umar membayar denda sebesar Rp 200 juta yang bisa diganti dengan hukuman kurungan selama enam bulan. "Terdakwa juga harus membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 19,8 miliar," kata ketua majelis hakim.

Hal-hal yang memberatkan sehingga majelis hakim menjatuhan vonis tersebut adalah Umar telah memiliki pengalaman di bidang perbankan cukup lama, namun tidak bertindak sejalan dengan program pemerintahan yang bersih. Sedangkan, hal yang meringankan majelis hakim menjatuhkan vonis tersebut karena terdakwa belum pernah dihukum.

Majelis hakim menilai, Umar selaku Direktur Bank Jabar telah melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri maupun orang lain melalui penambahan modal dari setoran dana kantor cabang bank tersebut. Ketika itu, Umar memerintahkan pimpinan cabang Bank Jabar untuk menyetorkan dana ke Bank Jabar pusat pada 2002-2005. Uang yang dimaksudkan untuk penambahan modal itu kemudian dibagikan ke pemerintah daerah sebagai pemegang saham.

Selain itu, Umar juga dinilai telah menikmati dana tersebut sebesar Rp 28,9 miliar. Mantan Direktur Operasional Bank Jabar Banten, Uce Suganda juga dinilai menikmatinya dan memperoleh Rp 7,1 miliar, mantan Direktur Pemasaran Abas Somantri Rp 5,4 miliar, dan Kepala Satuan Tugas Khusus Bank Jabar Bambang Purnama Rp 1,2 miliar.

"Dengan demikian, unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain telah terpenuhi," ujar hakim anggota majelis, Andi Bachtiar. Majelis hakim juga menyatakan Umar telah terbukti menyuap petugas pemeriksa pajak sebesar Rp 2,5 miliar dari uang tersebut. Akibatnya, terjadi penurunan penghitungan pajak Bank Jabar Banten.

Atas perbuatannya itu, majelis hakim menyatakan Umar telah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Vonis itu, lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun.

"Memerintahkan membayar denda sebesar sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan serta membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 19,83 miliar,"kata majelis hakim. Atas putusan tersebut, Umar mengajukan banding. "Setelah berkonsultasi dengan penasihat hukum, kami mengajukan banding," kata Umar. (SK/RD)

source : suara karya

One comment

  1. mari kita bersihkan negeri ini dari para koruptor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: