Ramadhan atau Bukan, Kami Sudah Sekarat…

Massive Flood in Pakistan

Pakistan (RD): Di bulan ramadhan ini, korban banjir bandang Pakistan sudah lebih dulu menahan lapar karena sedikitnya bahan makanan dan air yang mereka miliki jauh sebelum bulan puasa dimulai Kamis kemarin. Mereka harus memikirkan apa yang akan terjadi besok dengan keadaan yang serba tak menentu.

Massive floods in Pakistan_2

Pakistan battles the country’s worst flood in history
An aerial view from a Pakistan army rescue helicopter shows the flooded area of Sukkur in the Sindh province of Pakistan on August 7, 2010. Torrential rains frustrated aid efforts in Pakistan, with some helicopters grounded as authorities battled to help 15 million people affected by the country’s worst floods ever. UPI/Sajjad Ali Qureshi | UPI.com |

Massive floods in Pakistan_4

Worst floods in Pakistan’s history continue to affect millions
A home is surround by flood waters near the Muzaffargarh district in Punjab, Pakistan on August 10, 2010. An estimated 13 million Pakistanis have been affected by the worst floods in the country’s history. UPI/Sajjad Ali Qureshi | UPI.com |

Ambruknya jalan, jembatan, dan hujan yang belum mau berhenti menyiram negeri mereka, membuat semua harga bahan makanan melonjak tiga kali lipat di seluruh negeri ini, yang tentu saja menambah penderitaan 14 juta warga miskin yang semakin menderita karena bencana alam ini.

"Ramadhan atau bukan, kami sudah sekarat menahan lapar. Kami berpuasa tak kenal waktu dan meratapi semua kejadian ini," kata Mai Hakeema (50) sambil memandangi suaminya yang sedang sekarat di sebuah tenda kecil di Kota Sukkur.

Di bulan yang paling dinanti umat Muslim sedunia ini, berpuasa dari subuh hingga maghrib menjelang adalah saat yang tepat untuk mengontrol hawa nafsu dan memberikan perhatian pada kaum miskin. Namun bila bencana alam menghanyutkan semua yang kita miliki dan hanya menyisakan keadaan memilukan apa yang bisa kita lakukan ?

Jutaan orang kelaparan dan sakit hingga tak memungkinkan untuk menjalankan ibadah puasa secara layak seperti tahun-tahun sebelumnya. Mereka harus berjuang hidup dari bantuan yang datangnya tidak bisa dipastikan.

"Saya sedih tidak bisa menjalankan puasa hari pertama dengan baik. Nanti kalau sudah bisa pulang ke rumah, saya akan menjalankan puasa dengan benar. Saat ini saya hanya bisa melakukan apa yang saya bisa lakukan, saya tidak mungkin melewatkan bulan penuh berkah ini begitu saja," kata Ghullam Fareed of Gormani di desa sebelah timur propinsi Punjab.

Banjir yang menerjang negeri ini sejak dua minggu lalu telah menenggelamkan ribuan desa dan menewaskan 1.500 warganya. PBB pun memperkirakan 7 juta orang membutuhkan bantuan sesegera mungkin. Badan dunia ini bahkan memperkirakan dibutuhkan dana 460 juta dolar untuk memberikan bantuan kepada para korban termasuk penyediaan tenda, makanan, air bersih, sanitasi dan perawatan kesehatan.

"Ini bencana alam yang sangat dahsyat. Ada tanggungjawab besar di hadapan kami. Jumlah korban tewas terus bertambah tapi jumlah warga yang mulai terserang berbagai penyakit amat sangat besar," kata ketua tim relawan PBB John Holmes kepada diplomat dari berbagai negara saat melakukan pertemuan di New York. (AP/Ningsih/SK/RD)

2 komentar

  1. […] Pakistan (RD): Di bulan ramadhan ini, korban banjir bandang Pakistan sudah lebih dulu menahan lapar karena sedikitnya bahan makanan dan air yang mereka miliki jauh sebelum bulan puasa dimulai Kamis kemarin. Mereka harus memikirkan apa yang akan terjadi besok dengan keadaan yang serba tak menentu. more… […]

  2. berat juga hidup ini, saya yang ada di tempat yang indah saja merasakannya, apalagi yang sekarat di pakistan ini …semoga kita semua sadar apa yang telah kita perbuat terhadap alam ini. cintailah alam yang indah ini sikapi dengan arif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: