di Awal 2011 Harga Aneka Pangan Terus Menggila

Cabai Rawit

RD Online – Di awal bulan Januari memasuki minggu pertama tahun baru 2011, harga kebutuhan bahan pangan komoditas pertanian semakin menggila, gejala ini hampir merata di seluruh pasar tradisional di seluruh penjuru Tanah Air. Sudah dipastikan melihat keadaan ini beban masyarakat pun makin berat.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah, lonjakan harga kebutuhan masyarakat terus terjadi. Misalnya harga komoditas pertanian di pasar tradisional Kosambi, Kota Bandung, harga cabai rawit sudah menembus Rp 100.000 per kilogram (kg) atau naik Rp 30.000 dibanding pekan lalu.

Selain harga cabai-cabaian yang terus merangkak naik, harga sayur-mayur juga meroket. Kentang, misalnya, naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 9.000 per kg. "Kenaikan harga sayuran ini tidak lepas dari pengaruh perubahan iklim. Hujan berkepanjangan sepanjang tahun tak bagus bagi tanaman sayur yang justru mengalami penurunan produksi," ujar salah seorang pedagang sayuran di Pasar Cihaurgeulis, Kota Bandung.

Tidak hanya di kota Bandung, harga bahan pangan yang bertahan tinggi juga terlihat di kota-kota besar lain seperti Semarang dan Surabaya, harga sejumlah komoditas pangan tetap tinggi dan belum terlihat tanda-tanda bakal turun.

Menurut Mentan Suswono, kenaikan harga cabai saat ini lebih banyak dinikmati pedagang daripada petani yang menanamnya. "Mungkin petani hanya menerima seperempatnya dari harga sekarang. Selebihnya yang menikmati adalah pedagang," ujarnya. Suswono mengatakan, penurunan produksi cabai di sentra-sentra produksi akibat cuaca yang tidak mendukung budi daya tanaman tersebut sepanjang 2010 menyebabkan pasokan di pasaran anjlok. Kondisi tersebut dimanfaatkan pedagang untuk menciptakan suasana "panik" di kalangan konsumen sehingga mereka leluasa menaikkan harga dan bisa meraup keuntungan tinggi.

Sementara itu, Wakil Mentan Bayu Krisnamurthi menyatakan, pada awal 2011 panen cabai sudah terjadi di sentra-sentra produksi, seperti Tasikmalaya dan Sukabumi di Jabar, atau Brebes di Jateng. "Pertengahan Januari dan akhir Januari, petani cabai di Grobogan juga panen," ucapnya. Bayu menyebutkan, Desember lalu, produksi cabai di Banyuwangi, Jember, Kediri, Brebes, dan Ciamis turun 20-30 persen. "Penyebabnya hama patek. Ini berkembang karena udara lembap. Hujan lebat membuat bunga cabai rusak," katanya.

Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan menggelar pertemuan khusus untuk membahas soal pangan sekarang ini. Pertemuan tersebut untuk mencari jalan pengamanan pangan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Hatta mengakui, kenaikan harga pangan mengganggu target ekonomi pemerintah. Karena itu, katanya, diperlukan upaya preventif pemerintah dalam mengantisipasi perubahan iklim yang ekstrem dikaitkan dengan ketahanan pangan nasional. Namun untuk saat ini, pemerintah belum berencana meningkatkan dana stabilisasi pangan yang dianggarkan sebesar Rp 3 triliun. "Kami melihat apakah perlu ditambah, tapi diharapkan tidak terlalu tinggi," kata Hatta.

Menangapi lonjakan harga sejumlah komoditas pangan sekarang ini, Hatta mengatakan, pemerintah akan terus menjaga pasokan stok nasional. Untuk gula, pemerintah berencana menambah lahan perkebunan tebu sebanyak 300.000 hektare (ha) dari usulan semula 350.000 ha. Pemerintah juga menyiapkan lahan di Merauke, Papua, yang sudah disiapkan seluas 500.000 ha. Pemerintah berharap cadangan beras yang selama ini ditetapkan sebanyak 1,5 juta ton ditambah menjadi 2 ton.

Di lain pihak, anggota Komisi IV DPR Mindo Sianipar mengatakan, kelambanan pemerintah dalam mengambil berbagai kebijakan dan realisasi program terobosan pengamanan stok pangan nasional mengakibatkan lonjakan harga bahan pangan terus terjadi. Seharusnya, menurut dia, pemerintah melalui Menko Perekonomian memberikan keleluasaan kepada Perum Bulog dalam melakukan pembelian gabah petani.

"Jika hanya terpaku pada inpres, selamanya Bulog tidak akan mampu melakukan pembelian gabah petani karena memang harganya lebih mahal dari ketetapan inpres," tuturnya. Selain itu, diversifikasi pangan juga harus benar-benar diimplementasikan pemerintah secara baik. Ini mengingat lahan pertanian makin menyempit, yang menjadikan Indonesia sulit meningkatkan produksi pangan secara optimal.

"Setiap tahun terjadi penyempitan lahan pertanian sekitar 1.000 ha. Jadi dengan lahan yang makin menyempit, tidak mungkin produksi makin bertambah," ujar Mindo. Peningkatan produksi juga bisa dilakukan dengan memberikan motivasi kepada petani. Menurut dia, jika pemerintah bisa membeli gabah petani dengan harga yang mereka jual, taraf kehidupan petani jadi meningkat. "Dengan kesejahteraan yang terasa nyata, petani pasti lebih giat lagi meningkatkan produksi," tuturnya. (surya/RD)

2 komentar

  1. arief setiawan · · Balas

    negeri penuh ironi….

  2. Alockoutt · · Balas

    Не все диеты одинаково полезны! Нет диетам, или Простой путь к снижению веса · Низкокалорийная диета (считаем калории) · Низкоуглеводная диета
    Модные диеты. Популярные диеты. Эффективные диеты. Как быстро похудеть. Расчет меню для диет. Таблица кремлевской диеты.
    LadyFitness – как стать красивой. Фитнес. Сжигатель жира. Похудение. Диета.
    Как похудеть. Мы расскажем Вам как эффективно похудеть с кремлевской диетой. У нас Вы найдете оригинальные рецепты и меню кремлевской диеты,
    Самые эффективные диеты и полезные статьи для женщин собраны на нашем сайте. Заходите и выбирайте для себя более подходящую Вам! И худейте легко и правильно

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: