Diperiksa KPK, Yossi Mengaku Ditanya soal Rekaman Percakapan Dada

dada-rosada

foto:kompas

Sekda (Sekretaris Daerah) Kota Bandung Yossi Irianto mengakui ketika menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Selasa (1/10/2013), penyidik memutar rekaman pembicaraan mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada yang menjadi tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara korupsi bantuan sosial (BANSOS) pemerintah kota. Yossi menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk Dada.

“Semuanya soal Dada, terutama terkait rekaman percakapan Dada,” kata Yossi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, seusai pemeriksaan.

Yossi mengakui, selain diperdengarkan rekaman percakapan telepon sadapan antara Dada dengan bekas Sekretaris Daerah Kota Bandung, Edi Siswadi, penyidik juga memutar rekaman telepon sadapan antara Dada dengan dia. Tetapi, Yossi tidak menjelaskan isi percakapan yang dimaksud.

“(Percakapan) Pak Dada dengan saya juga ada, tapi untuk kegiatan lain,” ujar Yossi.

Namun, Yossi enggan mengungkapkan isi rekaman percakapan yang diperdengarkan penyidik KPK kepadanya itu. Dia malah mengatakan bahwa pemeriksaan hari ini berjalan cepat dan fokus. “Karena fokus, pemeriksaan jadi cepat. Bahkan, tadi juga masih sempat ngobrol dengan penyidik,” ujarnya.

Yossi menjabat sebagai sekda Bandung menggantikan Edi Siswadi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia diperiksa KPK karena dianggap tahu seputar kasus dugaan suap yang melibatkan sejumlah pejabat Pemkot Bandung tersebut.

Selain memanggil Yossi, KPK memeriksa sejumlah saksi lainnya, yakni anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung, Aat Safaat Hodijat; ajudan Dada, Adhi Al-Afwan Izwar; dan seorang PNS di DPKAD Pemkot Bandung, Pupung Hadijah.

Kasus dugaan suap terkait penanganan perkara bansos Pemkot Bandung ini melibatkan enam tersangka. Selain Dada dan Edi, mereka yang jadi tersangka adalah Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah Pemkot Bandung Herry Nurhayat, Ketua Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung yang juga orang dekat Dada, serta seorang pria bernama Asep yang diduga suruhan Toto.

Iklan

Pembangunan Komp. Perumahan Cigadung Green Land Tidak Miliki Izin?

proyek Cigadung

rakyatdemokrasi.com – Saat ini di wilayah Cigadung tengah tepatnya Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler, sedang dilakukan pembangunan sebuah komplek perumahan Komplek Cigadung Green Land. Pembangunannya baru sampai tahap pembentengan, pemadatan dan pembuatan patok-patok untuk kavling. Terlihat beberapa alat berat dan kantor pemasarannya sudah berdiri di sekitar lokasi. Namun menurut informasi dari berbagai sumber di lapangan dalam pelaksanaan operasional pembangunannya belum mengantongi izin.

Pembangunan komplek yang memiliki luas lebih dari 3 hektar ini, diketahui milik pengusaha yang bernama TT dan sebagai pelaksananya bernama JT, walau belum memiliki izin tetapi di tanah tersebut sudah terjadi pembentengan serta beberapa penebangan pohon yang berada di pinggir jalan Cigadung tersebut.

Berdasarkan beberapa keterangan dari beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya, mereka membenarkan bahwa pembangunan tersebut belum ada kejelasan mengenai surat menyuratnya. Bahkan kabarnya mereka melakukan pembangunan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak masyarakat dan pejabat setempat.

Diketahui sebelumnya, di pinggir jalan Cigadung tengah, tepatnya depan pembangunan komplek tersebut berada berdiri 2 pohon besar yang jelas banyak fungsinya bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya, namun ke-2 pohon rindang tersebut sudah tidak ada karena sudah di tebang oleh pihak pengembang dan dinas terkait.

Dengan adanya kejadian ini membuat masyarakat di sekitarnya resah, mengingat bahaya banjir dan longsor yang kerap terjadi di tanah jawa barat ini. Apalagi tanah yang akan dibangun ini posisinya lebih tinggi dibanding pemukiman masyarakat di sekeliling tanah yang kini sudah di benteng tinggi itu.

Namun wartawan belum sempat mengkonfirmasikan hal ini kepada pengusaha dan pengelolanya, karena mereka sedang berada di luar kota bandung pada saat itu, dan akan menjadi bahan konfirmasi untuk edisi selanjutnya. (red)

CICAHEUM Sudah Tidak Layak Lagi Sebagai Terminal Bus Antar Kota

penumpang di terminal Cicaheum

rakyatdemokrasi.com – Terminal Cicaheum Kota Bandung, sudah tidak layak lagi sebagai Terminal bus antar kota. Selain tempatnya yang sempit, juga banyaknya banyak bus antar kota yang menunggu muatan di luar terminal. Akibatnya, jalan menjadi macet terutama disebabkan oleh angkot Cicaheum-Ujungberung, dan Cicaheum – Cileunyi banyak yang menunggu penumpang. […selengkapnya]

SOKSI kota Bandung : Antara Konsolidasi dan Tantangan ke depan

ketua SOKSi Kota Bandung_Solih Cucu

rakyatdemokrasi.com – Dewan Pimpinan Cabang atau Depincab SOKSI Kota Bandung selama tahun 2011 dan sekaligus menyongsong datangnya tahun 2012, khususnya menghadapi PemiluKada dan Pemilu Legislatif yang akan datang telah secara terus menerus melakukan konsolidasi internal, tujuannya adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan militansi para kader yang tersebar di Kota Bandung, demikian diungkapkan Ketua Depincab SOKSI Kota Bandung Solih Tjutju pada saat ditemui ‘Rakyat Demokrasi’ di ruang kerjanya, Jumat 27 November 2011 lalu. […selengkapnya]

Kembalikan Babakan Siliwangi ke RTH

Babakan Siliwangi

RAKYAT DEMOKRASI (RD) – Kota Bandung  meminta kawasan Babakan Siliwangi dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau (RTH), jika ditelantarkan pihak ketiga, seperti saat ini. Anggota DPRD Kota Bandung,Lia Noer Hambali mengatakan, dewan dalam Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) akan memasukan Babakan Siliwangi menjadi RTH, sehingga tak boleh dipakai untuk bangunan apapun.

Read More »

Sembilan SKPD Raih SMM ISO 9001:2008

Gedung Pemkot Bandung

Sembilan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, menerima Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu International Standard Organisation (ISO) 9001:2008. Kesembilan SKPD ini adalah, Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bandung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial, Dinas Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak, Kecamatan Sukasari, dan Puskesmas Margahayu Raya.

Read More »

Kota Bandung Berlakukan SIAK Online Awal Januari 2011

Sistim Informasi Administrasi Kependudakan

Bandung (RD) – Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) pada dasarnya merupakan sub sistem dari sistem administrasi Negara, yang mempunyai peranan penting dalam pemerintahan dan pembangunan penyelenggaraan administrasi kependudukan. Sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) merupakan sistem administrasi kependudukan berbasis teknologi informasi komunikasi secara online. SIAK memfasilitasi pengelolaan administrasi kependudukan (adminduk) di tingkat Nasional dalam hal ini Dirjen Adminduk Kementerian Dalam Negeri (Kemmendagri) sebagai instansi pelaksana dan penyelenggara sebagai satu kesatuan.

Read More »